Banyumas Cyber Team Dorong Anak Muda Kembangkan Keahlian Siber Secara Legal

  • 09 Jun 2026 09:18 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto: Komunitas Banyumas Cyber Team terus mendorong generasi muda mengembangkan kemampuan keamanan siber secara legal dan bertanggung jawab. Edukasi mengenai etika serta aspek hukum menjadi fokus utama untuk mencegah penyalahgunaan kemampuan digital.

Founder Banyumas Cyber Team, Anggar Prayoga, mengatakan komunitas tersebut berdiri sejak 2011 sebagai wadah para penggiat keamanan siber di Purwokerto. Komunitas itu awalnya lahir dari ketertarikannya terhadap dunia teknologi sejak masih duduk di bangku sekolah dasar.

Menurut Anggar, perjalanan komunitas tidak selalu berjalan lurus karena pada masa awal sebagian anggotanya sempat mencoba aktivitas yang mengarah pada praktik peretasan ilegal. Namun, pendampingan dari pihak kepolisian membuat arah komunitas berubah menjadi ethical hacking atau peretasan yang dilakukan untuk tujuan pengamanan sistem.

"Sebelum ada pembinaan, kami sempat mencari jati diri dan bergerak ke arah yang kurang tepat. Setelah mendapatkan arahan, kami beralih ke jalur ethical hacking yang lebih bermanfaat," kata Anggar.

Mentor Banyumas Cyber Team, AKP Antonius E Prabowo, S.Kom, menilai potensi anak muda Banyumas di bidang teknologi informasi sangat besar. Karena itu, kemampuan tersebut perlu diarahkan agar memberikan manfaat bagi masyarakat dan tidak berujung pada pelanggaran hukum.

"Saya melihat anak-anak ini memiliki kemampuan luar biasa. Tugas kami adalah mengarahkan agar keterampilan tersebut digunakan untuk hal-hal yang positif dan legal," ujar Endro.

Endro mengingatkan bahwa berbagai aktivitas siber tanpa izin dapat berujung pada sanksi pidana sesuai ketentuan yang berlaku. Tindakan seperti mengakses sistem tanpa izin, menyalin data, merusak sistem, hingga membocorkan data pribadi merupakan perbuatan yang melanggar hukum.

Ia berharap generasi muda memahami batasan hukum sebelum melakukan aktivitas di ruang digital. Menurutnya, kemampuan siber harus menjadi sarana membangun keamanan digital nasional, bukan sebaliknya.

"Gunakan kemampuan yang dimiliki secara bijak agar ruang siber Indonesia menjadi sehat, bermartabat, dan beradab," ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....