Mandi Wajib yang Benar, Syarat Sah Ibadah
- 08 Jun 2026 18:54 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas - Bagi umat Muslim, menjaga kesucian diri merupakan bagian fundamental dalam menjalankan syariat agama. Salah satu bentuk bersuci yang memegang peranan sangat krusial adalah mandi wajib, atau yang sering disebut juga sebagai mandi junub atau mandi besar.
Mandi wajib menjadi sebuah kewajiban setelah seseorang mengalami hadas besar, seperti setelah berhubungan suami istri, keluar mani, selesai masa haid, maupun nifas. Melakukan mandi wajib dengan tata cara yang tepat bukan sekadar rutinitas membersihkan badan, melainkan syarat utama agar ibadah-ibadah selanjutnya seperti shalat dan membaca Al-Qur'an dinyatakan sah secara agama.
| Baca juga: ESDM Ingatkan Denda Pelanggaran Air Tanah |
Berikut adalah esensi penting serta tata cara mandi wajib yang baik dan benar sesuai tuntunan syariat:
Niat dan Rukun Mandi Wajib yang Utama
Berdasarkan penjelasan resmi dari lama Kementerian Agama (Kemenag) kemenag.go.id, esensi dari mandi wajib terletak pada dua rukun utamanya yang tidak boleh terlewatkan:
- Niat: Diucapkan di dalam hati bersamaan dengan saat pertama kali air menyentuh permukaan kulit tubuh. Niat ini berfungsi membedakan antara mandi biasa dengan mandi untuk ibadah.
- Meratakan Air: Memastikan air suci mengalir dan membasahi seluruh anggota tubuh tanpa terkecuali, mulai dari ujung rambut di kepala hingga ujung jari di kaki.
Tata Cara Urutan Sesuai Sunnah Rasulullah
Agar ibadah bersuci ini semakin sempurna dan mendatangkan pahala, laman Dompet Dhuafa dompetdhuafa.org, menjabarkan urutan tata cara mandi wajib yang dianjurkan sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW:
- Mencuci Kedua Telapak Tangan: Memulai prosesi dengan membasuh tangan sebanyak tiga kali.
- Membersihkan Bagian Kotor: Membersihkan segala kotoran atau najis yang masih menempel pada tubuh dan area kemaluan menggunakan tangan kiri.
- Mencuci Tangan Kembali: Membersihkan tangan kiri yang telah digunakan untuk membasuh kotoran dengan sabun hingga bersih.
- Berwudhu secara Sempurna: Melakukan gerakan wudhu layaknya hendak mendirikan shalat.
- Menyela Pangkal Rambut: Memasukkan jari-jari tangan yang basah ke sela-sela rambut kepala hingga menyentuh kulit kepala.
- Mengguyur Kepala: Menyiram air ke atas kepala sebanyak tiga kali.
- Meratakan Air ke Seluruh Tubuh: Mengguyur seluruh tubuh secara merata, yang dimulai dari anggota badan sebelah kanan terlebih dahulu kemudian dilanjutkan ke sebelah kiri.
Melansir kembali dari laman Kemenag, memastikan air meresap ke lipatan-lipatan kulit yang tersembunyi seperti area belakang telinga, ketiak, pusar, hingga sela-sela jari kaki sangat penting agar hadas besar benar-benar terangkat dengan sempurna. Melalui pemahaman tata cara bersuci yang benar, setiap Muslim dapat memastikan bahwa ibadah harian yang didirikannya berada dalam kondisi suci lahir dan batin.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....