Kegiatan Pramuka dan Pengembangan Diri: Mengasah Karakter Dasa Dharma di Lapangan
- 01 Jun 2026 13:46 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto - Pramuka adalah salah satu kegiatan ekstrakurikuler yang populer di tiap sekolah. Ekskul yang identik dengan seragam cokelatnya itu memiliki banyak manfaat untuk pengembangan diri seseorang.
Tidak hanya belajar seputar kepramukaan, sejatinya saat kita bergabung dalam kegiatan pramuka, ada banyak sekali hal yang dapat kita pelajari. Pelajaran tersebut bahkan sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari kita.
Mengikutsertakan diri kita ke dalam kegiatan pramuka adalah bentuk kepedulian diri kita untuk dapat terus tumbuh dan berkembang, baik itu secara pemikiran dan kemampuan. Pramuka mengajarkan kita untuk tidak hanya memiliki aspek hardskill yang baik, tetapi juga aspek softskill yang tidak kalah penting.
Dalam siaran Sore Ceria Pramuka Pro 2 RRI Purwokerto kali ini bersama Tri Mulyo selaku pembina putra, Rani selaku juru adat putri, dan Nico selaku pradana putra dari SMA Ma’arif NU 1 Ajibarang (Smarantu). Mereka hadir untuk dapat berbincang secara lebih lanjut mengenai kepramukaan.
“Di tahun ini, ada 11 orang di kepengurusan kami. Jumlahnya memang sedikit, tetapi itu agar kami dapat berfokus dalam meningkatkan kinerja kita dalam berorganisasi kepramukaan,” ungkap Tri.
Ia merasa bahwa lebih baik jumlah anggota yang dicukupkan tetapi dapat dimaksimalkan dan dipantau, dibanding dengan jumlah anggota yang terlalu banyak, tetapi dari segi keaktifan kurang dapat dimaksimalkan.
Kepramukaan tidak hanya belajar mendirikan tenda, membuat api unggun, memahami sandi, tetapi lebih dari itu, ada kemampuan dan karakter yang ditempa setiap harinya. “Dalam kepramukaan, kami belajar mengenai bakti diri, bakti masyarakat, dan lingkungan. Karena dalam kita berpramuka, kita tentunya belajar untuk dapat mendirikan rutinitas yang disiplin mulai dari bangun tidur hingga pergi tidur kembali,” tambah Tri.
“Program kerja rutinan kami tiap tahun itu ada yang namanya kemah bakti. Di situ kita akan menerapkan bakti diri berupa belajar hal-hal baru dari pemateri khusus yang akan diundang,” ungkap Nico.
“Kalau bakti lingkungannya, kita biasa melakukan bersih-bersih sekitar dan menanam pohon. Kemudian untuk bakti masyarakatnya kita biasa melakukan bagi-bagi sembako,” tambah Rani.
“Di bakti diri yang sudah dilakukan, kami belajar mengenai public speaking dan jurnalistik. Hal itu tentunya akan sangat berguna dan menambah pengetahuan para anggota. Kita juga mengundang pemateri khusus untuk dapat mengajarkan kami,” jelas Tri.
Tri pun berharap bahwa dengan mereka mempelajari itu semua, dapat tercipta hidup yang sehat, bersih, dan baik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....