Saka POM Banyumas Temukan Jajanan Mengandung Bahan Berbahaya

  • 26 Mei 2026 13:12 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto – Media sosial dinilai memiliki peran besar dalam meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya pola hidup sehat dan konsumsi pangan aman. Perkembangan platform digital saat ini dinilai mampu menjadi sarana edukasi kesehatan yang efektif karena informasi dapat diterima masyarakat dengan cepat dan mudah.

Pamong Saka POM Banyumas, Albert Kristi, mengatakan tren media sosial saat ini mulai bergeser ke arah kampanye hidup sehat, mulai dari olahraga rutin hingga konsumsi makanan rendah gula dan lemak. Menurutnya, semakin banyak konten kreator dan influencer yang mengajak masyarakat menerapkan pola hidup sehat dalam aktivitas sehari-hari.

“Sekarang banyak influencer yang mengampanyekan hidup sehat, jadi anak muda mulai tertarik memilih makanan sehat dan rutin aktivitas fisik,” kata Albert saat menjadi narasumber dalam program Sore Ceria Pro 2 RRI Purwokerto. Ia menilai media sosial memiliki pengaruh besar terhadap perubahan gaya hidup generasi muda.

Menurut Albert, media sosial sebelumnya sempat memicu fenomena konsumsi makanan dan minuman tinggi gula akibat efek tren dan rasa takut tertinggal atau fear of missing out (FOMO) di kalangan remaja. Namun saat ini, konten edukasi kesehatan mulai lebih banyak diminati dan perlahan membentuk pola pikir masyarakat untuk hidup lebih sehat.

Ia menjelaskan penyebaran informasi kesehatan melalui media digital menjadi lebih efektif karena masyarakat dapat mengakses edukasi kapan saja dan di mana saja. Selain itu, penyampaian informasi melalui video pendek maupun konten kreatif dinilai lebih mudah dipahami oleh generasi muda.

Anggota Saka POM Banyumas, Fadli Rahm Sentosa, mengatakan media sosial sangat membantu anak muda memahami pentingnya memilih makanan yang aman dan sehat. Menurutnya, generasi muda saat ini lebih dekat dengan gadget sehingga edukasi digital menjadi salah satu cara efektif menjangkau masyarakat.

“Sekarang zamannya gadget, jadi informasi lebih cepat terserap lewat media sosial,” katanya. Ia menambahkan edukasi kesehatan yang dikemas secara menarik akan lebih mudah diterima oleh kalangan remaja.

Selain melakukan edukasi langsung ke masyarakat, Saka POM Banyumas juga aktif membagikan informasi seputar keamanan pangan melalui media sosial Instagram @sakapom_banyumas. Konten yang dibagikan meliputi edukasi keamanan pangan, tips memilih produk aman, hingga kampanye pola hidup sehat bagi generasi muda.

Melalui edukasi digital tersebut, generasi muda diharapkan lebih bijak dalam memilih makanan serta mulai menerapkan pola hidup sehat sejak dini. Saka POM Banyumas berharap media sosial dapat terus dimanfaatkan sebagai sarana edukasi positif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan di masa depan.




google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....