Budaya FOMO dan Gengsi Dinilai Jadi Penghambat Keuangan Anak Muda
- 22 Mei 2026 14:56 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas - Budaya FOMO atau fear of missing out serta gaya hidup demi gengsi dinilai menjadi salah satu penyebab sulitnya generasi muda mengelola keuangan secara sehat. Dosen SPI UIN Saizu Purwokerto, Nurrohim, Lc., M.Hum., mengatakan banyak anak muda saat ini lebih mementingkan penampilan dibanding kebutuhan yang sebenarnya.
“Orang sekarang sering mengejar terlihat sukses, bukan esensinya. Bahkan ada yang rela pinjol hanya demi gaya hidup,” ujarnya dalam dialog Tasbih Pro 2 FM RRI Purwokerto, Jumat (15/01/26).
Menurutnya, fenomena tersebut terlihat dari kebiasaan mengikuti tren, nongkrong berlebihan, hingga menyewa barang mewah demi pencitraan di media sosial maupun lingkungan sekitar. Ia menilai kondisi itu dipengaruhi kurangnya literasi keuangan dan kemampuan mengendalikan diri.
Nurrohim juga mengingatkan pentingnya introspeksi dan pengendalian ego dalam kehidupan. Ia menjelaskan pengelolaan keuangan yang sehat dapat dimulai dari langkah sederhana, seperti membiasakan menabung terlebih dahulu sebelum menggunakan uang untuk kebutuhan lain.
Selain itu, ia menyarankan masyarakat memiliki dana darurat minimal tiga kali pengeluaran bulanan sebagai persiapan menghadapi kondisi tak terduga. Tak hanya itu, ia juga menegaskan agar masyarakat dapat lebih bijak dalam berutang.
Menurutnya, utang sebaiknya hanya digunakan untuk kebutuhan primer dan bukan demi memenuhi gaya hidup. Ia berharap generasi muda mulai fokus meningkatkan keterampilan dan produktivitas agar mampu memperoleh penghasilan yang lebih baik tanpa harus terjebak budaya konsumtif.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....