Toleransi dan Radikalisasi: Peran Pendidikan dalam Membangun Ketahanan Sosial
- 21 Mei 2026 07:27 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto – Edukasi mengenai kerukunan antarumat beragama perlu terus digalakkan untuk membendung arus paham ekstrem radikal di kalangan generasi muda. Penanaman nilai toleransi sejak dini menjadi strategi paling efektif agar para remaja tidak mudah terpapar doktrin yang memecah belah bangsa.
Dalam segmen SPADA Pro 2 RRI Purwokerto yang menghadirkan Guru MA TQI Sambas Purbalingga Ustaz Hanu Permono, S.Pd.I yang membahas tentang Toleransi dan Radikalisasi.
“Radikalisasi sering kali menyasar seseorang yang memiliki pemahaman agama setengah-setengah dan cenderung kaku. Peran lembaga pendidikan seperti madrasah sangat krusial dalam membentuk cara berpikir siswa yang damai dan inklusif,” ujar Ustaz Hanu.
Sebagai pendidik, beliau menyoroti pentingnya ruang dialog terbuka antara guru dan murid untuk membahas isu-isu sosial keagamaan. Pendekatan persuasif yang humanis terbukti jauh lebih efektif meluruskan pemahaman keliru dibanding metode penghakiman yang memicu sifat defensif.
Masyarakat dan lingkungan keluarga juga diimbau untuk bersinergi mengawasi aktivitas digital anak-anak mereka di platform media sosial. Langkah ini sangat mendesak mengingat ruang siber kini sering disalahgunakan oleh kelompok radikal untuk menyebarkan propaganda secara masif.
Ustaz Hanu Permono mengajak semua pihak menjadikan toleransi sebagai tindakan nyata, bukan sekadar slogan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan komitmen bersama menjaga kebersamaan, Indonesia optimis dapat mewujudkan lingkungan sosial yang aman, harmonis, dan bebas dari radikalisme. (Khofifah)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....