Mengenal Islam di Kosta Rika: Islam Minoritas di Negara Mayoritas Katolik

  • 11 Mei 2026 14:59 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto - Islam merupakan agama yang sangat minoritas di Kosta Rika, dengan jumlah pemeluk hanya sekitar 1.000 orang dari total 5 juta penduduk di negara yang mayoritas beragama Katolik. Meskipun jumlahnya kecil, komunitas muslim di sana memiliki tingkat solidaritas yang sangat tinggi dan mampu hidup berdampingan meskipun berasal dari berbagai aliran dan mazhab yang berbeda.

Affaf Mujahidah, M.A, dosen FUAH UIN Saizu Purwokerto dalam dialog Tasbih Pro 2 RRI Purwokerto yang membahas tema “ Mengenal Islam di Kosta Rika”.

“Sejarah keberadaan Islam di Kosta Rika dimulai sejak tahun 1700-an melalui migrasi pekerja dari India, yang kemudian diikuti oleh gelombang migrasi dari Timur Tengah pada abad ke-20,” jelasnya. Adapun masjid pertama, yaitu Mezquita de Omar di San Jose, baru resmi berdiri pada tahun 2002 sebagai pusat ibadah dan kebudayaan bagi umat Islam di ibu kota.

Tantangan utama yang dihadapi oleh muslim di Kosta Rika yakni keterbatasan akses terhadap makanan halal serta sulitnya menemukan waktu dan tempat untuk beribadah di tengah kesibukan publik. Selain itu, komunitas ini masih kekurangan sosok imam asli penduduk lokal yang fasih berbahasa Spanyol, sehingga pengajaran agama sering kali masih harus mendatangkan imam dari negara tetangga seperti Panama.

Tingkat toleransi masyarakat Kosta Rika terhadap Islam tergolong cukup baik dan minim fenomena islamofobia secara verbal di ruang publik. Namun, tantangan berat justru sering dialami oleh warga asli yang memutuskan untuk mualaf, karena mereka harus berhadapan dengan stigma negatif dari keluarga akibat pengaruh pemberitaan media Barat yang bias terhadap Islam.

Umat muslim di Indonesia diharapkan bisa banyak bersyukur atas kemudahan beribadah serta fasilitas keagamaan yang melimpah di tanah air. Pengalaman dari Kosta Rika mengajarkan pentingnya menjaga persatuan antar sesama muslim tanpa memandang perbedaan organisasi atau mazhab demi menjaga martabat dan keberlangsungan identitas keislaman. (Khofifah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....