Dilema Situationship: Tren Hubungan tanpa Status Generasi Z

  • 30 Apr 2026 12:30 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas - Di era kencan digital bagi anak muda, muncul fenomena hubungan yang berada di wilayah abu-abu: tidak lagi sekedar teman, namun bukan pula sepasang kekasih. Istilah ini dikenal luas sebagai situationship. Bagi banyak anak muda, situationship sering dianggap sebagai solusi praktis, meski pada kenyataannya menyimpan dampak emosional yang kompleks.

Situationship adalah hubungan romantis yang berjalan tanpa adanya komitmen atau definisi yang jelas. Berbeda dengan berpacaran, mereka yang menjalaninya cenderung tidak memiliki ekspektasi jangka panjang.

Mengutip dari laman resmi Alodokter, situationship didefinisikan sebagai "suatu hubungan romantis antara dua orang yang terjalin secara tidak resmi dan tanpa adanya komitmen khusus." Dalam hubungan ini, dua orang mungkin melakukan aktivitas layaknya pasangan seperti berkencan atau berbagi cerita, namun tetap menyandang status "single" secara formal.

Bagi sebagian individu, kebebasan adalah daya tarik utama. Melansir dari laman Halodoc, salah satu keuntungan dari hubungan ini adalah "kamu memiliki kebebasan untuk mengeksplorasi hubungan tanpa harus merasa terikat dengan tanggung jawab yang biasanya datang dengan status pacaran."

Hal ini sering kali dianggap cocok bagi mereka yang sedang fokus pada karir atau pengembangan diri. Namun, ketidakpastian ini adalah pedang bermata dua.

Laman Alodokter memperingatkan bahwa ketiadaan struktur dalam hubungan ini dapat memicu masalah emosional, di mana "salah satu pihak bisa saja menyimpan harapan lebih, sementara pihak lainnya tidak, sehingga berpotensi menimbulkan rasa sakit hati dan kekecewaan." Ketidakjelasan status seringkali berujung pada kecemasan.

Halodoc menjelaskan lebih lanjut bahwa dalam jangka panjang, situationship dapat merugikan kesehatan mental karena "kurangnya konsistensi dan kepastian dapat membuat seseorang merasa bingung, merasa tidak dihargai, hingga mengalami penurunan rasa percaya diri." Tanpa adanya aturan yang jelas, komunikasi seringkali menjadi canggung, terutama saat salah satu pihak mulai menginginkan kejelasan.

Kunci utama dalam menghadapi situationship adalah kejujuran terhadap diri sendiri mengenai apa yang sebenarnya dibutuhkan dari sebuah hubungan. Jika ketidakpastian tersebut mulai mengganggu ketenangan batin, maka menetapkan batasan atau mengakhiri interaksi tersebut mungkin menjadi langkah terbaik demi kesejahteraan emosional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....