Dilema Sandwich Generation: Beban Finansial dan Mental Gen-Z

  • 30 Apr 2026 12:25 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto - Istilah Sandwich Generation atau generasi sandwich kini menjadi perbincangan hangat di kalangan anak muda Indonesia. Fenomena ini menggambarkan posisi seseorang yang terhimpit di tengah-tengah, harus menanggung biaya hidup anak atau dirinya sendiri, sekaligus mencukupi kebutuhan orang tua atau anggota keluarga lansia lainnya.

Kondisi Sandwich Generation diibaratkan bagai sepotong daging yang terjepit di antara dua lapisan roti. Mengutip dari laman Myvitamine, fenomena ini merujuk pada "generasi orang dewasa yang terjepit untuk memenuhi kebutuhan finansial banyak orang, yakni orang tua dan anak-anaknya atau saudara kandungnya dalam waktu yang bersamaan."

Bagi banyak anak muda, hal ini bukan sekadar tugas bakti, melainkan tantangan finansial yang nyata. Menanggung beban ekonomi ganda tentu memberikan tekanan besar pada kesehatan mental.

Melansir dari laman resmi KlikDokter, beban ini seringkali memicu stres kronis hingga kelelahan emosional. Disebutkan bahwa "tekanan sebagai generasi sandwich dapat menyebabkan masalah kesehatan mental, seperti gangguan kecemasan, depresi, hingga burnout karena sulit membagi waktu dan energi."

Kurangnya waktu untuk diri sendiri (self-care) karena harus bekerja ekstra keras demi memenuhi kebutuhan keluarga besar sering kali membuat anak muda kehilangan masa mudanya. Kabar baiknya, siklus ini bisa dihentikan agar tidak menurun ke generasi berikutnya.

Persiapan finansial menjadi kunci utama. Menurut laman dari Honest Docs, langkah awal yang paling krusial adalah dengan mulai menyusun skala prioritas dan memiliki tabungan masa depan. Salah satu caranya adalah dengan "menyiapkan dana pensiun dan asuransi kesehatan sedini mungkin, sehingga nantinya tidak menjadi beban finansial bagi anak-anak di masa depan."

Dengan literasi keuangan yang baik dan komunikasi yang terbuka bersama keluarga, anak muda diharapkan mampu mengelola ekspektasi serta mulai membangun kemandirian finansial yang kokoh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....