Mahasiswa UMP Olah Limbah Kayu Jadi Briket di Desa Batu Hula, Batang Toru
- 30 Apr 2026 09:44 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto - Sebagai upaya mendorong pemanfaatan sumber daya lokal serta optimalisasi pengolahan limbah kayu menjadi produk bernilai guna, kegiatan pembuatan briket arang diselenggarakan di Desa Batu Hula, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, pada tanggal 10 Februari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan inovasi sederhana berbasis pemanfaatan limbah.
Pada tahap perencanaan, kegiatan ini dirancang untuk dapat berjalan secara efektif dengan dukungan ketersediaan bahan baku, fasilitas pembakaran, serta partisipasi masyarakat. Namun demikian, dalam pelaksanaannya terdapat beberapa kendala yang tidak sepenuhnya sesuai dengan rencana awal. Proses pencarian kayu yang layak memerlukan waktu lebih lama dari perkiraan, keterbatasan lokasi pembakaran menjadi hambatan teknis, serta tahapan pembakaran hingga penghalusan arang memerlukan alokasi waktu yang lebih panjang serta upaya kerja yang intensif.
Selain itu, faktor cuaca dan keterbatasan peralatan memengaruhi durasi pengeringan briket, sehingga pelaksanaan produksi tidak sepenuhnya berjalan sesuai rencana. Meskipun demikian, seluruh tahapan kegiatan tetap dapat diselesaikan dengan baik.
Rangkaian kegiatan tetap terlaksana, meliputi pengambilan limbah kayu, pembakaran menjadi arang, penghalusan, pencampuran dengan perekat, serta pencetakan dan pengeringan briket selama kurang lebih tiga hari. Demonstrasi pembuatan briket kepada masyarakat juga dilaksanakan sebagai bentuk edukasi terkait pemanfaatan alternatif bahan bakar yang lebih ramah lingkungan.
Meskipun dalam pelaksanaannya di lapangan terdapat berbagai kendala, kegiatan ini memberikan pengalaman dan pembelajaran yang berharga terkait pentingnya kesiapan teknis, manajemen waktu, serta kemampuan adaptasi terhadap kondisi lapangan. Kendala yang dihadapi selanjutnya menjadi bahan evaluasi dalam rangka pengembangan dan penyempurnaan program agar dapat berjalan lebih optimal pada pelaksanaan berikutnya.
Meskipun pelaksanaan di lapangan menghadapi berbagai kendala, kegiatan ini memberikan pembelajaran terkait pentingnya kesiapan teknis, manajemen waktu, dan adaptasi terhadap kondisi lapangan. Kendala tersebut menjadi bahan evaluasi untuk pengembangan program yang lebih optimal ke depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....