Dakwah Digital Perlu Strategi Baru untuk Menjangkau Generasi Muda

  • 28 Apr 2026 17:17 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto - Dalam konteks pengembangan dakwah ke depan, Ustaz Dr. Shofiyulloh.,M.HI menilai pentingnya strategi baru agar siaran radio tetap relevan, khususnya bagi generasi muda. Ia menjelaskan, saat ini tema dakwah yang digunakan cenderung kontekstual, menyesuaikan dengan isu yang sedang berkembang di masyarakat, seperti pasca Ramadan atau peringatan hari besar keagamaan dan nasional.

“Tema diambil dari apa yang sedang terjadi di masyarakat agar lebih relevan dan mudah dipahami,” ujarnya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya penggunaan bahasa yang adaptif. Mengingat siaran kini dapat diakses secara global melalui YouTube, penggunaan bahasa harus mampu menjangkau audiens yang lebih luas, tidak terbatas pada lokalitas.

Dari sisi interaktivitas, ia menilai peran pendengar sangat penting dalam memperkaya materi dakwah. Pertanyaan yang relevan dapat memperkuat dan melengkapi pembahasan yang belum tersampaikan dalam sesi utama. Namun demikian, ia mengingatkan agar pertanyaan tetap sesuai dengan tema agar tidak mengganggu alur diskusi.

Lebih lanjut, ia menyoroti perubahan perilaku konsumsi media, terutama di kalangan Gen Z yang cenderung menyukai konten singkat. Oleh karena itu, ia mendorong inovasi dalam bentuk konten turunan seperti video singkat atau reels.

“Kalau bisa dibuat ringkasan satu menit sebagai pemantik, supaya anak muda tertarik, lalu bisa lanjut ke konten utamanya,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa konten berdurasi pendek terbukti lebih efektif menjangkau audiens muda dibandingkan video panjang. Dengan berbagai adaptasi tersebut, dakwah melalui radio yang terintegrasi dengan platform digital diharapkan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat, sekaligus tetap relevan di tengah perubahan zaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....