Tantangan Teknis dan Gaya Penyampaian dalam Siaran Digital

  • 28 Apr 2026 17:00 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto - Perubahan format siaran dari audio ke visual juga membawa tantangan baru, khususnya dalam hal persiapan materi dan gaya penyampaian dakwah. Ustaz Dr. Shofiyulloh.,M.HI menjelaskan, dalam siaran langsung berbasis YouTube, narasumber dituntut lebih interaktif dan tidak hanya bergantung pada teks. Hal ini berbeda dengan format sebelumnya yang lebih fleksibel karena hanya berbasis suara.

“Kalau yang terbiasa dengan teks, siaran live itu cukup menantang karena harus langsung berinteraksi dengan penyiar dan tidak sempat melihat catatan,” jelasnya.

Ia menambahkan, interaksi spontan dalam siaran dapat memengaruhi alur penyampaian materi. Bahkan, pertanyaan atau prolog dari penyiar terkadang membuat pembahasan keluar dari jalur jika tidak diantisipasi dengan baik.

Selain itu, faktor waktu juga menjadi tantangan tersendiri. Narasumber harus mampu menyampaikan materi secara efektif dalam durasi terbatas, sekaligus menjawab pertanyaan pendengar secara singkat namun tetap substansial.

“Kalau di awal bisa lebih panjang, tapi di akhir harus langsung to the point karena waktu terbatas,” katanya.

Dari sisi teknis, ia juga menyoroti kendala seperti keterbatasan waktu menuju studio setelah salat Subuh, terutama bagi narasumber yang berada cukup jauh dari lokasi siaran. Meski demikian, bagi narasumber yang sudah terbiasa, format digital justru dinilai lebih ringan karena penyampaian materi menjadi lebih mengalir dan tidak terlalu terpaku pada naskah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....