Tingkatkan Kesadaran Kolektif, Perkuat Kedaulatan Bangsa di Era Digital

  • 27 Apr 2026 08:07 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto - Kedaulatan negara di era digital tidak lagi terbatas pada wilayah fisik, tetapi juga mencakup ruang siber yang semakin kompleks dan rentan terhadap berbagai ancaman. Hal ini yang mendasari diselenggarakannya Webinar Literasi Digital bertema “Gotong Royong Membangun Kesadaran Kolektif Menjaga Kedaulatan Bangsa” oleh Kementerian Komunikasi dan Digital bersama Komisi I DPR RI.

Saat ini, perkembangan teknologi digital membawa peluang sekaligus tantangan besar bagi kedaulatan bangsa. Ancaman seperti disinformasi, manipulasi opini publik, hingga serangan siber menjadi isu yang tidak bisa diabaikan.

Tingginya penetrasi internet di Indonesia turut memperbesar risiko tersebut. Data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia menunjukkan hampir 80 persen penduduk Indonesia telah terhubung ke internet, sehingga ruang digital menjadi arena strategis yang harus dijaga bersama.

Keamanan digital tidak hanya bergantung pada sistem teknologi, tetapi juga pada perilaku pengguna. Masih banyak masyarakat yang belum memiliki kesadaran terhadap risiko digital, seperti mengklik tautan mencurigakan, membagikan data pribadi, hingga menyebarkan informasi tanpa verifikasi.

“Kesadaran kolektif untuk membangun ketangguhan kedaulatan negara itu tidak hanya dilakukan oleh pemerintah sendiri, tetapi harus melibatkan seluruh lapisan masyarakat, mulai dari pemerintah, akademisi, media, penyedia platform digital, hingga pengguna,” ujar Akademisi, M. Irfan Nurdiansyah, S.I.Kom., M.Sc.

Pada era ini, sangat penting untuk meningkatkan pendekatan kolaboratif dalam menghadapi tantangan digital. Ekosistem digital membuat pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, sehingga diperlukan sinergi lintas sektor untuk menciptakan ruang digital yang aman dan sehat.

Literasi digital menjadi kunci utama dalam memperkuat ketahanan masyarakat. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat dapat lebih bijak dalam menggunakan teknologi serta mampu memilah informasi yang beredar.

Melalui penguatan literasi digital dan semangat gotong royong, diharapkan kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga kedaulatan bangsa semakin meningkat. Tidak hanya sebagai pengguna, masyarakat juga diharapkan menjadi bagian aktif dalam sistem pertahanan digital nasional. (Dwinanda)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....