Mahasiswa KKN UIN Saizu Bangun Insinerator Atasi Sampah

  • 21 Feb 2026 15:57 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purbalingga – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto Angkatan 57 Kelompok 13 membangun insinerator sebagai solusi penanganan sampah di Desa Kalimanah Kulon, Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga.

Program yang dilaksanakan pada 6–19 Februari 2026 itu dipusatkan di kawasan Kompleks Pemakaman RW 02. Selama ini, persoalan sampah rumah tangga menjadi keluhan warga, khususnya di RT 02 RW 02. Sampah kerap dibuang sembarangan di area pemakaman hingga menimbulkan bau tidak sedap dan mengganggu kenyamanan.

Mahasiswa KKN turut hadir dalam pertemuan rutin warga pada Jumat (6/2/2026) malam untuk mendengarkan keluhan tersebut. Dalam forum itu, mahasiswa memaparkan rencana pembangunan insinerator atau tungku pembakaran sampah skala lingkungan sebagai alternatif solusi.

Perwakilan mahasiswa KKN, Luthfiyah Laeli, mengatakan pembangunan insinerator diharapkan mampu mengurangi penumpukan sampah rumah tangga, khususnya sampah kering. Usulan tersebut mendapat respons positif dari warga dan pengurus lingkungan.

Sebagai tindak lanjut, mahasiswa bersama warga melakukan kerja bakti membersihkan lahan pada Rabu (11/2/2026). Lokasi yang dipilih merupakan area pemakaman RW 02 yang sebelumnya menjadi titik pembuangan sampah liar. Kegiatan pembersihan berlangsung hingga 15 Februari 2026.

Proses pembangunan insinerator dimulai pada Selasa (16/2/2026) dengan melibatkan mahasiswa, seorang tukang bangunan, serta warga sekitar. Insinerator dibangun menggunakan bahan hebel, kerangka besi, acian semen, dan atap seng sebagai pelindung. Pembangunan selesai pada Rabu (17/2/2026).

Uji coba pembakaran dilakukan pada Kamis (19/2/2026) dan dihadiri Ketua RW 02 Paryono beserta sejumlah warga. Hasil uji coba menunjukkan insinerator dapat berfungsi sesuai rencana untuk membakar sampah rumah tangga kering dalam skala terbatas.

Ketua RW 02 mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN UIN Saizu yang dinilai memberikan solusi konkret atas persoalan lingkungan di wilayahnya. Ia berharap fasilitas tersebut dimanfaatkan secara bijak dan disertai kesadaran warga untuk menjaga kebersihan.

Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya menghadirkan solusi teknis, tetapi juga mendorong tumbuhnya kesadaran kolektif masyarakat dalam pengelolaan sampah. Kolaborasi antara mahasiswa dan warga diharapkan mampu meminimalkan permasalahan sampah di Desa Kalimanah Kulon secara bertahap dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....