Ayam Bahagia Mengemuka, Mahasiswa Tantang Paradigma Peternakan Modern
- 18 Apr 2026 12:56 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto - Dalam sesi diskusi International Public Lecture Series 2026 yang digelar Fakultas Peternakan, salah satu pertanyaan menarik datang dari Nadira, mahasiswa Fakultas Peternakan, terkait sistem pemeliharaan ayam yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga kesejahteraan hewan.
Nadira menyoroti perbedaan sistem pemeliharaan intensif, semi-intensif, hingga konsep “ayam bahagia” yang mulai berkembang di Amerika. Ia menyebut, selama ini peternak cenderung memilih sistem intensif karena dinilai lebih menguntungkan secara ekonomi. Namun, ia mempertanyakan bagaimana pandangan narasumber terhadap sistem semi-intensif yang mengedepankan kesejahteraan ayam, serta peran mahasiswa peternakan dalam mengedukasi peternak, khususnya dalam merumuskan pakan yang tepat.
Menanggapi hal tersebut, narasumber Dr. Jin Dingxing menegaskan bahwa konsep “ayam bahagia” menjadi hal yang penting untuk diperhatikan dalam praktik peternakan modern. Menurutnya, kesejahteraan hewan kini mulai menjadi perhatian global, termasuk dalam sistem pemeliharaan unggas.
“Memang kita harus peduli dengan kebahagiaan ayam. Itu menjadi bagian dari perkembangan peternakan saat ini,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa di Indonesia sendiri sudah mulai diterapkan sistem pemeliharaan yang lebih terbuka, seperti open house system, yang memungkinkan ayam mendapatkan sirkulasi udara dan ruang gerak yang lebih baik dibandingkan sistem tertutup penuh.
Namun demikian, narasumber menekankan bahwa pilihan sistem pemeliharaan tetap bergantung pada tujuan dan orientasi peternak itu sendiri. Jika fokus pada efisiensi dan keuntungan maksimal, sistem intensif masih menjadi pilihan utama. Sementara itu, jika mengarah pada keseimbangan antara produktivitas dan kesejahteraan hewan, sistem semi-intensif bisa menjadi alternatif.
Lebih lanjut, ia mendorong mahasiswa peternakan untuk berperan aktif dalam memberikan edukasi kepada peternak, terutama dalam hal formulasi pakan yang efisien dan berkualitas. Dengan pengetahuan yang tepat, mahasiswa diharapkan mampu menjadi jembatan antara perkembangan ilmu peternakan dan praktik di lapangan.
Diskusi ini menjadi salah satu bukti bahwa isu kesejahteraan hewan dan keberlanjutan mulai mendapat perhatian serius, seiring dengan tuntutan pasar dan kesadaran masyarakat yang semakin meningkat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....