Tantangan Adaptasi Budaya bagi Diaspora Indonesia di Asia
- 28 Mar 2026 14:19 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto : Adaptasi budaya menjadi tantangan utama bagi diaspora Indonesia di berbagai negara Asia. Hal ini mengemuka dalam Eurasia International Public Lecture Series 2026 yang berlangsung di Universitas Jenderal Soedirman, Sabtu , (28/3) pagi.
Narasumber Dr. Susi Widianti, M.Pd, M.A mengungkapkan bahwa jumlah warga Indonesia di luar negeri, termasuk di Jepang, terus meningkat setiap tahunnya. Kondisi ini turut membawa konsekuensi berupa potensi konflik sosial dan pelanggaran norma akibat kurangnya pemahaman budaya setempat.
Ia mencontohkan sejumlah kasus yang terjadi di luar negeri, "mulai dari pelanggaran ketertiban umum, pelanggaran hukum, hingga persoalan etika dan adab dalam kehidupan bermasyarakat. Ini menjadi perhatian penting bagi rekan-rekan mahasiswa yang berencana ingin bekerja di Jepang atau negara Asia lainnya," ungkpanya.
Menurutnya, banyak permasalahan tersebut berakar dari kurangnya kesiapan individu dalam memahami nilai-nilai budaya negara tujuan, termasuk norma sosial dan pola komunikasi yang berlaku.
Dr. Susi menjelaskan bahwa, "budaya Jepang, misalnya, sangat menjunjung tinggi harmoni kelompok, hubungan senior dan junior, serta penggunaan bahasa yang sopan dan tidak langsung," ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa kegagalan memahami konteks komunikasi dapat menimbulkan kesalahpahaman, seperti perbedaan makna dalam ungkapan sederhana yang bisa bermakna penolakan atau kritik secara halus.
Melalui forum ini, peserta diajak untuk lebih sadar akan pentingnya adaptasi budaya sebagai bekal utama dalam menjalani kehidupan di lingkungan internasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....