Pendidikan Generasi Muda di tengah Arus Globalisasi Digital

  • 09 Apr 2026 09:00 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto - Perkembangan globalisasi dan era digital membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan. Akses informasi yang semakin luas membuat proses belajar tidak lagi terbatas pada ruang kelas, namun juga menghadirkan tantangan baru bagi generasi muda dalam menyaring informasi yang tepat.

“Generasi muda diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang memanfaatkan era digital untuk menciptakan hal positif dan menjaga budaya bangsa,” ujar Akademisi, Iwan Sahir, S.T.,M.Pd.

Globalisasi dan kemajuan teknologi telah mengubah pola pembelajaran. Saat ini, generasi muda dituntut untuk tidak hanya menerima informasi, tetapi juga mampu memahami dan mengolahnya secara kritis.

Pengaruh fenomena ini terlihat dari semakin terbukanya akses terhadap berbagai sumber belajar. Teknologi memungkinkan pelajar untuk mengembangkan pengetahuan, meningkatkan keterampilan, serta menjalin relasi lintas daerah bahkan negara. Hal ini menjadi peluang besar untuk mendorong peningkatan kualitas pendidikan.

Namun, di sisi lain, kemudahan akses ini juga membawa risiko. Generasi muda cenderung terpapar berbagai informasi tanpa proses seleksi yang baik. Bahkan, tidak jarang muncul kecenderungan meniru budaya asing tanpa mempertimbangkan kesesuaian dengan nilai dan norma lokal.

Kondisi ini menunjukkan pentingnya peran pendidikan dalam membentuk karakter dan pola pikir generasi muda. Tidak hanya fokus pada aspek akademik, pendidikan juga perlu menanamkan kemampuan berpikir kritis agar pelajar mampu memilah informasi yang benar dan bermanfaat.

Di era globalisasi, pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai transfer ilmu, tetapi juga sebagai sarana membentuk generasi yang adaptif dan berkarakter. Dengan demikian, pemanfaatan teknologi dapat diarahkan untuk mendukung proses belajar yang lebih efektif dan bermakna. (Dwinanda)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....