Diakui Dunia, Guru Besar UIN Saizu Jadi Penguji Eksternal di Universiti Malaya
- 03 Apr 2026 19:30 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas — Kiprah akademisi Indonesia kembali mendapat pengakuan di tingkat internasional. Guru Besar UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, Prof. Syufaat, dipercaya menjadi penguji eksternal dalam ujian disertasi di Universiti Malaya.
Universiti Malaya merupakan salah satu perguruan tinggi bereputasi global yang masuk jajaran 50 besar dunia. Penunjukan ini menjadi bukti bahwa akademisi Indonesia semakin diperhitungkan dalam percaturan akademik internasional, khususnya dalam bidang studi Islam.
Keterlibatan Prof. Syufaat tidak terlepas dari rekam jejak akademiknya yang kuat, terutama dalam pengembangan konsep halal tourism. Sebagai guru besar di bidang Ushul Fikih, ia dikenal mampu mengintegrasikan prinsip-prinsip fiqh dengan kebutuhan industri pariwisata modern.
Riset yang dikembangkannya tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif. Konsep tersebut kini menjadi rujukan dalam pengembangan industri pariwisata berbasis syariah, baik di Indonesia maupun di tingkat global.
Ujian disertasi yang menghadirkan Prof. Syufaat dilaksanakan secara daring pada Kamis malam, 2 April 2026, mulai pukul 20.30 hingga 22.30 WIB. Disertasi tersebut diajukan oleh Yudhi Martha Nugraha.
Pelaksanaan ujian secara daring mencerminkan adaptasi dunia akademik terhadap perkembangan teknologi digital, sekaligus membuka peluang kolaborasi lintas negara yang semakin luas.
Selain Prof. Syufaat, ujian tersebut juga melibatkan sejumlah akademisi dari Universiti Malaya, di antaranya Prof. Tengku Intan, Prof. Kaharudin, Prof. Shafatussara, Prof. Mashrom Muda, Prof. Sabzali, Prof. Datuk Awang, serta Prof. Nur Yuhanis.
Kehadiran Prof. Syufaat sebagai penguji eksternal menjadi simbol pengakuan internasional terhadap kapasitas akademisi Indonesia. Momentum ini sekaligus menjadi kebanggaan bagi UIN Saizu Purwokerto.
Fenomena ini juga menunjukkan bahwa kajian Ushul Fikih semakin relevan dengan tantangan global, tidak hanya dalam ranah normatif, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan sektor strategis seperti ekonomi syariah dan pariwisata halal.
Kepercayaan yang diberikan diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi akademisi muda Indonesia untuk terus berkarya dan memperluas jejaring internasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....