Cinta yang Sehat: Tips untuk Menjaga Keseimbangan dan Arah

  • 31 Mar 2026 06:55 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto – Cinta adalah perasaan yang indah, tetapi juga dapat menjadi sumber stres dan kehilangan arah jika tidak dihandle dengan bijak. Keseimbangan dalam cinta adalah kunci untuk menjaga hubungan yang sehat dan bahagia.Apa itu cinta yang sehat? Cinta yang sehat adalah cinta yang membuat kita merasa dihargai, didukung, dan bebas menjadi diri sendiri. Cinta yang sehat juga membuat kita merasa seimbang dan memiliki arah dalam hidup.

Sejatinya manusia diberikan rasa cinta oleh Allah Swt. Cinta kepada sesama manusia, cinta kepada harta, cinta pada jabatan, dan cinta pada sesuatu lainnya. Namun, sering kali ketika seseorang dilanda cinta malah menjadi petaka.

Berkaitan dengan hal tersebut, Mimbar Islam Pro 1 RRI Purwokerto bersama Achmad Chusnani, S.Ag membahas tema ”Tips Ketika Jatuh Cinta”. Dalam pembahasan ini, Ia menyampaikan beberapa tips ketika kita sedang dilanda cinta agar tidak mendatangakan petaka.

Achmad Chusnani menuturkan beberapa tips ketika kita dilanda cinta, di antaranya yang pertama, yaitu bertanya kepada diri sendiri apa manfaatnya mencintai hal tersebut. ”Saya mencintai sesuatu tersebut apa manfaatnya buat saya, karena percuma kita mencintai sesuatu yang ternyata tidak memberikan manfaat untuk hidup kita,” jelasnya.

Kemudian, yang kedua adalah menautkan dengan rida Allah Swt, sebab ketika cinta tidak ditautkan dengan rida Allah Swt, cinta tersebut akan percuma dan tidak ada manfaatnya.

Ketiga, yaitu jangan sampai cinta mengalahkan akal pikiran kita. Allah Swt sendiri sudah membekali kita akal pikiran, ketika pikiran dikuasai oleh syahwat, maka akan lumpuh total. ”Ingat, manusia dibekali Allah Swt akal pikiran, bisa lumpuh total saat ia dikuasi oleh syahwat,” ujar Chusnani.

Kemudian yang terakhir, yaitu jangan sampai kehilangan kesempatan untuk berpikir kepada Allah Swt. ”Bayangkan ketika kita mengingat dia, dia dia dia, berapa banyak kesempatan kita berpikir kepada Allah Swt,” jelas Achamd Chusanani.

Dengan demikian, cinta harus diiringi dengan pertimbangan manfaat dan nilai dalam kehidupan. Cinta yang benar adalah yang tetap terhubung dengan rida Allah Swt dan tidak mengalahkan akal sehat. Dengan menjaga hati dan pikiran, cinta justru menjadi jalan kebaikan, bukan petaka. (Helmalia)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....