Tetap Segar Sepanjang Hari: Tips Mengatasi Bau Badan
- 28 Mar 2026 14:01 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Masalah bau badan sering kali menjadi penghambat kepercayaan diri bagi banyak orang, terutama di tengah iklim tropis yang memicu keringat berlebih. Meskipun keringat pada dasarnya tidak berbau, aroma tidak sedap muncul ketika bakteri di permukaan kulit memecah protein dalam keringat menjadi asam.
Namun, masyarakat tidak perlu khawatir karena masalah ini dapat diatasi dengan langkah-langkah sederhana dan perubahan pola hidup yang tepat. Melansir informasi dari lama Alodokter, langkah paling mendasar untuk menghilangkan bau badan adalah dengan mandi secara teratur, setidaknya 1–2 kali sehari atau setelah melakukan aktivitas berat.
Penggunaan sabun antibakteri sangat dianjurkan untuk membantu mengurangi jumlah bakteri penyebab bau pada kulit. Selain frekuensi mandi, cara mengeringkan tubuh juga memegang peranan penting.
Artikel dari laman Halodoc menekankan bahwa mengeringkan badan dengan benar, terutama pada area yang rawan lembab seperti ketiak dan selangkangan, dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Bakteri penyebab bau cenderung berkembang biak lebih cepat di lingkungan yang lembab.
Penggunaan bantuan eksternal seperti deodoran dan antiperspiran juga menjadi solusi efektif. Mengutip dari laman Alodokter, deodoran bekerja dengan cara menghambat pertumbuhan bakteri, sementara antiperspiran berfungsi mengurangi produksi keringat berlebih melalui kandungan senyawa aluminium.
Selain produk perawatan, pemilihan bahan pakaian turut mempengaruhi aroma tubuh. Halodoc dalam laman resminya menyarankan agar memilih pakaian berbahan katun yang mampu menyerap keringat dengan baik agar tubuh tidak mudah gerah.
Mengganti pakaian secara rutin saat sudah terasa lembab atau banyak berkeringat juga sangat disarankan untuk menjaga kesegaran. Faktor internal seperti makanan ternyata memiliki kaitan erat dengan bau badan.
Mengonsumsi makanan pedas, berlemak, atau yang mengandung bahan beraroma tajam seperti bawang putih dapat meningkatkan aroma tidak sedap pada keringat. Lebih lanjut, tindakan preventif seperti mencukur bulu ketiak secara rutin juga dinilai efektif.
Berdasarkan penjelasan dari Halodoc, rambut pada area tubuh tertentu dapat menahan keringat dan menjadi tempat yang nyaman bagi bakteri untuk tumbuh. Dengan menjaga bulu ketiak tetap pendek atau bersih, penumpukan keringat dan bakteri dapat diminimalisir secara signifikan.
Dengan menerapkan kombinasi antara menjaga kebersihan kulit, memilih asupan yang tepat, dan menggunakan produk pelindung, masalah bau badan dapat dikendalikan sehingga seseorang bisa tetap tampil percaya diri dalam menjalankan aktivitas harian.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....