Langkah Kecil Anak Muda Banyumas Menjaga Kelestarian Bumi

  • 28 Mar 2026 12:01 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Semangat kepedulian lingkungan di kalangan generasi muda wilayah Banyumas Raya terus bertumbuh melalui berbagai gerakan kreatif dan komunitas. Salah satu sosok yang aktif menggerakkan perubahan ini adalah Hanna Fadia Handoyo, pendiri "Bumi Kasih", sebuah toko dan gerakan yang berfokus pada gaya hidup minim sampah dan energi.

Dalam dialog interaktif Spada Pro 2 Purwokerto pada Jumat (6/3/2026), Hanna menekankan bahwa anak muda memiliki peran krusial sebagai agen perubahan dalam menjaga kelestarian lingkungan. Menurutnya, keterlibatan anak muda merupakan bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan hidup generasi mendatang di bumi.

Bumi Kasih, yang berdiri sejak awal 2021, tidak hanya menyediakan peralatan ramah lingkungan seperti pembalut kain, sedotan stainless, hingga kapas kain yang dapat digunakan berulang kali, tetapi juga menghadirkan "Bumi Kasih Space". Ruang ini menjadi wadah edukasi untuk berbagi pengalaman tentang pola hidup berkelanjutan (sustainable lifestyle).

Salah satu agenda terdekat yang disorot adalah "Pasar Tukar" yang digelar di Purwokerto Utara. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi dengan komunitas "Comots", dimana warga dapat mendonasikan barang layak pakai atau menukarkannya menggunakan sistem poin.

Langkah ini bertujuan untuk memperpanjang usia pakai barang dan mengurangi limbah rumah tangga. Hanna mengakui bahwa konsistensi menjadi tantangan terbesar bagi anak muda dalam memulai gaya hidup ramah lingkungan.

Faktor eksternal, seperti kurangnya dukungan dari lingkungan terdekat atau anggapan bahwa aksi kecil tidak akan berdampak besar, sering kali menjadi penghambat. Namun, ia menegaskan bahwa tidak ada langkah yang terlalu kecil untuk sebuah perbaikan.

Dimulai dari kebiasaan sederhana seperti membawa tumbler sendiri, menyiapkan tas belanja, hingga melakukan "jajan sampah" atau membawa wadah sendiri saat membeli makanan. Semua itu merupakan aksi nyata yang berdampak jika dilakukan secara kolektif.

Agar isu lingkungan lebih mudah diterima oleh generasi muda, Hanna dan komunitas pegiat lingkungan di Purwokerto menerapkan pendekatan yang kreatif dan "out of the box". Melalui kegiatan seperti menggambar bersama bertema alam hingga mengulas kaitan antara pola hidup berkelanjutan dengan kesehatan psikologis, edukasi lingkungan dikemas secara menarik dan jauh dari kesan formal yang membosankan.

"Harapan kami adalah gerakan masyarakat ini dapat terus bersinergi dan berkolaborasi, serta mendapat perhatian lebih dari pemerintah untuk dimasukkan ke dalam program edukasi masyarakat yang lebih luas," pungkas Hanna.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....