Keistimewaan Sepuluh Hari Terakhir Ramadan, Momentum Mencari Lailatul Qadar
- 14 Mar 2026 11:42 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto : Sepuluh hari terakhir bulan Ramadan dikenal sebagai waktu yang istimewa bagi umat Islam. Pada periode ini terdapat malam yang sangat dimuliakan, yaitu malam Lailatul Qadar yang diyakini memiliki keutamaan lebih baik dari seribu bulan. Hal ini disampaikan Ustaz Drs. Daliman, M.Pd dalam Syiar Ramadan Pro 1 RRI Purwokerto dengan tema Keistimewaan Sepuluh Hari di Akhir Bulan Ramadan.
Malam Lailatul Qadar merupakan malam penentuan atau pencerahan bagi kehidupan manusia. Orang yang mendapatkan malam tersebut diyakini akan memperoleh ketenangan dan arah hidup yang lebih baik ke depannya.
Pada sepuluh hari terakhir Ramadan umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, salah satunya dengan melakukan i’tikaf di masjid. Namun demikian, kesempatan mendapatkan Lailatul Qadar tidak hanya bagi mereka yang berada di masjid. Seseorang yang melakukan kebaikan dan menjalankan tugas mulia di luar masjid juga tetap berpeluang meraih keutamaan malam tersebut.
Durasi malam Lailatul Qadar cukup panjang sehingga berbagai amalan dapat dilakukan sepanjang malam, mulai dari salat magrib, salat isya, dzikir, hingga berdoa. Amalan-amalan tersebut diyakini akan mendapatkan pahala yang sangat besar ketika dilakukan pada malam tersebut.
“Tanda-tanda orang yang mendapatkan Lailatul Qadar itu hatinya merasa tenang dan jiwanya menjadi lebih damai. Dia juga akan merasa ringan untuk beribadah dan semakin giat melakukannya. Yang lebih penting lagi, perilakunya menjadi lebih baik daripada sebelumnya,” ujar Ustaz Daliman.
Karena itu, umat Islam seharusnya tidak mudah mengklaim telah mendapatkan malam Lailatul Qadar tanpa adanya perubahan dalam perilaku dan kualitas ibadah. Sepuluh hari terakhir Ramadan seharusnya menjadi momentum untuk memperbanyak amal kebaikan dan memperbaiki diri agar semakin dekat kepada Allah SWT. (Dwinanda)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....