Manfaat Membaca Al-Qur’an bagi Kesehatan Otak
- 06 Mar 2026 07:29 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto : Membaca Al-Qur'an tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga memiliki dampak positif bagi kesehatan otak. Hal ini dibahas dalam program Cafe Ramadhan Pro 2 bersama Tesa Nurul Huda, S.Psi., M.A, dosen Psikologi Universitas Muhammadiyah Purwokerto yang mengulas Neurosains Membaca Al-Quran.
Neurosains merupakan ilmu yang mempelajari hubungan antara otak, ilmu ini menghubungkan biologi sel saraf (neuron) dengan perilaku, emosi, kognisi, dan kesadaran manusia. Saat seseorang membaca Al-Quran, otak berada dalam kondisi aktif dan memunculkan respons tertentu yang dapat memengaruhi emosi serta ketenangan diri.
Ketika seseorang mendengarkan bacaan Al-Qur’an, gelombang otak dapat masuk ke fase alfa dan teta. Kondisi ini berkaitan dengan rasa rileks, tenang, serta fokus internal seperti saat meditasi. Artinya, hanya dengan mendengarkan saja, seseorang sudah bisa merasakan efek menenangkan.
Berbeda dengan membaca buku biasa, membaca Al-Qur’an disebut melibatkan lebih banyak aktivitas otak. Selain proses analisis di bagian prefrontal cortex, ada juga proses regulasi emosi yang berjalan bersamaan. Karena itu, membaca Al-Qur’an dapat membantu seseorang lebih stabil secara emosional, terutama ketika sedang merasa lelah atau tertekan.
Membaca, menghafal, dan merenungkan Al-Qur’an secara berulang disebut dapat memperkuat koneksi antar sel saraf, sehingga fungsi otak menjadi lebih optimal dibandingkan mereka yang jarang berinteraksi dengan Al-Qur’an.
“Jadi ketika mendengarkan Al-Qur’an, membaca Al-Qur’an, kita tidak hanya mendapatkan pahala, tapi juga memodulasi gelombang otak kita. Ada gelombang alfa dan teta yang membuat kita lebih rileks dan tenang. Kalau menghafal, bahkan bisa meningkatkan neuroplastisitas otak,” ujar Tesa Nurul Huda, S.Psi.,M.A.
Sebagai pengingat bagi generasi muda tidak terlalu larut dalam kebiasaan scrolling media sosial yang berlebihan. Interaksi yang lebih sering dengan Al-Qur’an dinilai dapat menjadi stimulus otak yang lebih bermakna. Selain membawa ketenangan, aktivitas tersebut juga menjadi bekal spiritual, terutama di bulan Ramadhan. (Dwinanda)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....