Dilema Organisasi dan IPK: Mahasiswa Harus Tetap Seimbang
- 04 Mar 2026 07:37 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto : Aktivitas organisasi menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan mahasiswa. Mulai dari kepanitiaan, lomba, hingga komunitas, semuanya menawarkan pengalaman dan relasi yang luas. Namun di sisi lain, muncul dilema ketika kesibukan tersebut berbenturan dengan capaian akademik, khususnya Indeks Prestasi Kumulatif (IPK).
Sebagian mahasiswa pernah merasa IPK bukanlah hal utama. Fokus pada pengalaman, jejaring, dan prestasi non-akademik dianggap lebih menjanjikan. Padahal, realitanya banyak peluang seperti beasiswa, mahasiswa berprestasi (mapres), hingga seleksi kerja yang tetap menjadikan IPK sebagai salah satu syarat penting.
Di sisi lain, organisasi juga tidak bisa dipandang sebelah mata. Melalui organisasi, mahasiswa belajar kepemimpinan, manajemen waktu, komunikasi, dan kerja sama tim. Pengalaman ini sering kali menjadi nilai tambah yang tidak diperoleh hanya dari ruang kelas.
Karena itu, mahasiswa dituntut mampu menempatkan prioritas secara seimbang. Fokus utama tetap pada akademik, yakni memahami materi perkuliahan dan menjaga performa nilai. Namun waktu di luar kelas juga perlu dimanfaatkan untuk memperluas relasi dan mengasah keterampilan melalui kegiatan yang positif. Saat ini penting sekali melakukan pengembangan diri yang seimbang.
“Mahasiswa harus bisa untuk investasi leher ke atas, jangan sampai temen-temen stuck satu situasi saja. Ini membantu temen-temen untuk lebih dapet cuan atau kesuksesan yang lebih lagi,” ujar Pras dalam program Academic Forum Pro 2 RRI Purwokerto.
Kunci dalam menghadapi dilema ini adalah manajemen waktu dan kesadaran akan tujuan jangka panjang. Organisasi dan IPK bukan untuk dipertentangkan, melainkan diselaraskan. Dengan memaksimalkan waktu dan menjaga komitmen akademik, mahasiswa tetap bisa aktif berorganisasi tanpa mengorbankan capaian studi. (Dwinanda)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....