Makna Makanan Khas Imlek

  • 18 Feb 2026 16:50 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto: Perayaan Tahun Baru Imlek tidak lepas dari sajian makanan khas yang sarat makna filosofis. Rohaniwan Majelis Agama Khonghucu, Ws. Budi Rohadi, S.T., menjelaskan bahwa setiap hidangan dalam tradisi Imlek memiliki simbol harapan dan doa untuk kehidupan yang lebih baik.

Menurut Budi Rohadi, makanan dalam perayaan Imlek bukan sekadar jamuan keluarga, tetapi mengandung pesan moral dan spiritual.

“Setiap makanan khas Imlek memiliki makna. Ini bukan hanya soal tradisi, tetapi simbol doa dan harapan untuk tahun yang baru,” ujarnya.

Ia menjelaskan, salah satu hidangan yang identik dengan Imlek adalah ikan utuh. Ikan melambangkan kelimpahan dan rezeki yang terus mengalir.

“Ikan disajikan utuh sebagai simbol keberkahan dan harapan agar rezeki tercukupi sepanjang tahun,” jelasnya.

Selain itu, kue keranjang atau nian gao juga menjadi sajian khas yang wajib hadir saat Imlek. Budi Rohadi menyebut kue tersebut melambangkan peningkatan dan kemajuan hidup.

“Kue keranjang bermakna harapan agar kehidupan kita semakin meningkat, baik dalam usaha, pendidikan, maupun kualitas diri,” katanya.

Tak hanya itu, jeruk mandarin yang kerap dibagikan saat Imlek juga memiliki arti keberuntungan dan kebahagiaan.

“Jeruk melambangkan keberuntungan dan sukacita. Warna emasnya menjadi simbol kemakmuran,” tambahnya.

Budi Rohadi menegaskan, makna utama dari seluruh sajian tersebut adalah mempererat kebersamaan keluarga dan menumbuhkan rasa syukur.

“Imlek adalah momen berkumpul, berbagi, dan bersyukur. Makanan menjadi simbol pemersatu yang menguatkan harmoni dalam keluarga dan masyarakat,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....