KKN UIN SAIZU Kelompok 2 Gelar Workshop Eco-Enzyme
- 18 Feb 2026 10:56 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purbalingga: Mahasiswa KKN Kelompok 2 UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto menggelar workshop pengolahan sampah organik menjadi eco-enzyme. Kegiatan dilaksanakan di Desa Rabak, Kecamatan Kalimanah, kabupaten Purbalingga, sebagai program unggulan pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan.
Kegiatan yang mengusung tema "SUMPAH BERUANG: Sulap Sampah Jadi Uang" ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga. Khususnya sampah organik seperti sisa buah dan sayuran, agar memiliki nilai manfaat dan ekonomi.
Koordinator KKN Kelompok 2 Yasid Abdul Qohar, dalam sambutannya menyampaikan bahwa permasalahan sampah rumah tangga masih menjadi tantangan bersama. Berdasarkan hasil observasi mahasiswa selama pelaksanaan KKN, masih banyak sampah organik yang belum dikelola secara optimal dan hanya dibuang begitu saja.
“Permasalahan sampah, khususnya sampah organik, masih kita hadapi bersama. Padahal jika dikelola dengan baik, sampah tersebut dapat mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus memiliki nilai guna dan nilai ekonomi,” ujarnya.
Melalui workshop ini, mahasiswa KKN mengajak masyarakat melihat sampah bukan sebagai masalah, tetapi sebagai peluang. Sampah organik diolah menjadi eco-enzyme yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair, pestisida alami, hingga produk ramah lingkungan yang berpotensi memiliki nilai jual.
Program ini menggunakan metode demplot atau demonstration plot, yaitu praktik langsung pembuatan eco-enzyme. Hal itu dilakukan agar masyarakat tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu memproduksi secara mandiri dan berkelanjutan.
“Kami berharap kegiatan ini dapat membentuk kelompok produksi eco-enzyme di masing-masing Kelompok Wanita Tani sebagai langkah nyata pengelolaan sampah berbasis masyarakat,” katanya.
Bambang yudhistira seorang pemateri workshop, mengapresiasi program tersebut dan berharap kegiatan ini dapat menjadi awal perubahan menuju desa yang lebih bersih, sehat, dan produktif.
Menurutnya, tata kelola sampah merupakan persoalan yang harus diprioritaskan karena berdampak langsung terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Ia juga menekankan bahwa kebersihan merupakan bagian dari keimanan. “Eco-enzyme ini menjadi langkah awal pemberdayaan lingkungan. Harapannya, ibu-ibu KWT mampu mengolah limbah menjadi sumber penghasilan tambahan. Tidak cukup hari ini saja, tetapi harus berkelanjutan,” ujarnya.
Selain itu, ia juga memberikan motivasi kepada masyarakat untuk menjadikan program ini sebagai momentum dalam meningkatkan ekonomi keluarga sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Workshop ini diikuti oleh Kelompok Wanita Tani, kader PKK, serta masyarakat Desa Rabak.
Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan dalam diskusi dan praktik langsung pembuatan eco-enzyme. Melalui program ini, diharapkan Desa Rabak mampu menjadi desa percontohan dalam pengelolaan sampah organik berbasis pemberdayaan masyarakat.
Ke depannya, eco-enzyme diharapkan tidak hanya menjadi solusi lingkungan. Tetapi juga menjadi peluang usaha baru yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....