Makrifatullah Dinilai Jadi Fondasi untuk Memperkuat Keimanan

  • 07 Okt 2026 07:32 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID., Purwokerto: Mengenal Allah atau makrifatullah dinilai menjadi fondasi penting dalam menjaga kelurusan dan kekuatan iman seseorang. Pemahaman tersebut tidak hanya berkaitan dengan pengetahuan agama, tetapi juga berpengaruh terhadap sikap dan perilaku dalam menjalani kehidupan.

Hal itu disampaikan KH. Saifuddin Kamali dalam Dialog Interaktif Mutiara Pagi Pro1 RRI Purwokerto, Selasa (6/10/2026), dengan tema “Dengan Makrifatullah, Iman Menjadi Lurus dan Kuat”. Menurutnya, mengenal Allah dengan baik dapat membantu seseorang mengelola hati sekaligus menjaga konsistensi dalam beramal.

“Kalau kita mengenal Allah dengan baik, insyaallah hati akan menjadi terkontrol, iman akan berkembang, amaliah perbuatan hari akhir akan lebih baik lagi,” ujar KH. Saifuddin Kamali.

Ia menjelaskan, salah satu bentuk mengenal Allah adalah memahami sifat-sifat-Nya, termasuk melalui Asmaul Husna. Menurutnya, pemahaman tersebut dapat membentuk keyakinan bahwa berbagai hal yang diterima manusia merupakan bagian dari anugerah Allah.

Salah satunya dalam memahami konsep rezeki. KH. Saifuddin Kamali mengingatkan agar rezeki tidak selalu dimaknai sebatas uang atau harta. Kesehatan, usia, pekerjaan, dan kebersamaan bersama keluarga juga merupakan bentuk rezeki yang patut disyukuri.

“Rezeki jangan diartikan uang, jangan diartikan harta. Misalkan ada seorang rajin ibadah ke masjid biar rezekinya lancar. Sebenarnya bisa berjalan ke masjid itu juga rezeki,” katanya.

Menurutnya, pemahaman tersebut penting agar seseorang tidak mudah larut dalam kegelisahan dan kecemasan ketika menghadapi persoalan kehidupan. Rasa syukur juga dapat tumbuh ketika seseorang mampu melihat berbagai nikmat yang telah dimiliki.

Lebih lanjut, KH. Saifuddin Kamali mengatakan kekuatan iman juga tercermin dalam kemampuan seseorang mengelola hati. Ketika menghadapi kesulitan, seorang yang beriman diharapkan mampu bersabar, sementara ketika memperoleh kemudahan dan keberhasilan, ia tetap bersyukur dan tidak menyombongkan diri.

“Kata kuncinya adalah dalam pengelolaan hati. Tanda orang beriman kepada Allah, mengenal Allah dengan baik, mampu mengelola hati dengan baik, tidak pernah congkak, sombong kalau dia berhasil, tidak pernah berkeluh kesah apalagi putus asa kalau dia dalam kesulitan,” jelasnya.

Ia menambahkan, menjaga iman membutuhkan upaya yang terus dilakukan, antara lain dengan memperbanyak ibadah, belajar dan memperdalam pengetahuan agama, serta menjaga hati. Menurutnya, hal tersebut menjadi bagian penting agar iman tetap tumbuh dan terpelihara.

“Kata kunci ini adalah ada pada satu, yaitu mengenal Allah dengan baik,” tegas KH. Saifuddin Kamali.

Ia berharap pemahaman tentang makrifatullah dapat mendorong umat untuk menjalani kehidupan dengan lebih tenang, sabar, bersyukur, dan senantiasa berupaya mempertahankan keimanan hingga akhir kehidupan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....