Ekoteologi, Cara Pandang Agama dalam Menjaga Lingkungan
- 19 Sep 2026 10:45 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas - Kepedulian terhadap lingkungan dinilai tidak hanya berkaitan dengan tindakan menjaga kebersihan atau menanam pohon, tetapi juga dapat diperkuat melalui nilai-nilai keagamaan. Pendekatan yang mengintegrasikan ajaran agama dengan kepedulian terhadap lingkungan tersebut dikenal sebagai ekoteologi.
Dalam dialog Tasbih Pro 2 pada Jumat, 19 September 2026, Dosen FUAH UIN Saizu Purwokerto, Rahman L Alfian, S.Pd., M.Ant., menjelaskan ekoteologi merupakan penggabungan konsep ekologi dan teologi. Ekologi berkaitan dengan ilmu tentang lingkungan, sedangkan teologi berkaitan dengan ilmu tentang ketuhanan.
Menurutnya, ekoteologi mengajarkan manusia untuk menjaga lingkungan dengan dilandasi nilai dan semangat keagamaan. Dengan demikian, tindakan menjaga bumi tidak hanya dipandang sebagai aktivitas sosial, tetapi juga bagian dari tanggung jawab manusia kepada Tuhan.
“Kita sebagai manusia sebenarnya kan diamanahi untuk menjaga alam di bumi ini. Jadi kita itu tidak diturunkan ke bumi hanya untuk memanfaatkan, tapi kita itu diamanahkan untuk menjaga,” ujarnya.
Rahman mengatakan, dalam konteks Islam terdapat konsep hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, serta alam. Hubungan dengan alam atau hablu min al-alam dinilai perlu mendapat perhatian karena manusia tidak hanya diberi kesempatan untuk memanfaatkan sumber daya alam, tetapi juga memiliki amanah untuk menjaganya.
" Menurut saya kondisi lingkungan saat ini menunjukkan pentingnya kesadaran tersebut, adanya bencana hidrometeorologis seperti banjir, tanah longsor, dan kekeringan menjadi persoalan yang perlu direfleksikan bersama, termasuk melalui perubahan perilaku manusia dalam memperlakukan alam, " Tegas Rahman.
Rahman menambahkan, setiap agama memiliki ajaran yang mendorong manusia menjaga lingkungan. Dalam Islam, tindakan seperti menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan dapat menjadi bagian dari ibadah.
" Karena itu,menurut saya generasi muda perlu memahami bahwa menjaga lingkungan dapat menjadi bentuk rasa syukur atas berbagai sumber kehidupan yang diberikan Tuhan. Kesadaran tersebut diharapkan mampu mendorong kepedulian yang tidak berhenti pada rasa prihatin, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.,"Pungkas Rahman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....