Ustazah Sriningsih: Pernikahan Harus Dibangun karena Allah
- 10 Sep 2026 09:42 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID. , Purwokerto: Pernikahan dalam Islam tidak hanya dipandang sebagai ikatan antara dua insan, tetapi juga sebagai ibadah dan fondasi dalam membangun keluarga. Karena itu, tujuan pernikahan menjadi hal penting yang perlu dipahami pasangan agar mampu menghadapi berbagai persoalan rumah tangga dengan landasan agama.
Hal tersebut disampaikan Ustazah Hj. Sriningsih, S.Pd., M.Si., dalam Dialog Mutiara Pagi RRI Purwokerto bertema “1001 Problema Rumah Tangga dan Solusinya dalam Islam Bagian 2”, Rabu (9/9/2026). Ia menjelaskan, pernikahan hendaknya tidak hanya didasarkan pada keinginan memperoleh kebahagiaan, cinta, kecantikan, ketampanan, maupun harta, tetapi terutama karena Allah SWT. “Jika seseorang menikah karena Allah, maka ketika datang ujian dia akan berkata, bagaimana saya menghadapi ujian ini dengan cara yang diridhai oleh Allah SWT,” ujarnya.
Menurut Sriningsih, terdapat sejumlah tujuan utama pernikahan dalam Islam, antara lain memperoleh ketenangan atau sakinah, membangun mawaddah warahmah, menjaga kehormatan diri, membentuk generasi, serta saling membantu dalam ketaatan kepada Allah. Rumah tangga juga diharapkan menjadi tempat bagi pasangan untuk saling memberikan ketenangan, bukan sekadar menuntut pemenuhan hak masing-masing.
Dalam dialog tersebut, Sriningsih juga membahas persoalan pernikahan karena faktor fisik. Menurutnya, mempertimbangkan kecantikan atau ketampanan dalam memilih pasangan merupakan hal yang wajar, tetapi agama dan ketaatan tetap perlu menjadi pertimbangan utama. “Menikah karena fisik itu normal dan tidak berdosa, namun Rasulullah menekankan untuk mengutamakan faktor agama, karena di situlah letak keberkahan dan kebahagiaan yang hakiki,” katanya.
Sementara terkait persoalan rumah tangga, ia mengingatkan pasangan agar mengutamakan penyelesaian masalah melalui komunikasi, kesabaran, dan mediasi sebelum mengambil keputusan untuk berpisah. Orang tua juga diperbolehkan membantu menyelesaikan persoalan rumah tangga anak, sepanjang dilakukan secara adil dan bertujuan mencari solusi. “Orang tua atau mertua hendaknya memosisikan diri sebagai mediator yang adil serta menganggap menantu seperti anak kandung sendiri,” ujarnya.
Sriningsih menegaskan, rumah tangga yang dibangun dengan orientasi ibadah akan memiliki landasan lebih kuat ketika menghadapi ujian. Ia mengajak pasangan untuk menyelaraskan kehidupan keluarga dengan tuntunan Al-Qur'an dan Sunnah agar pernikahan tidak hanya menghadirkan kebahagiaan di dunia, tetapi juga menjadi jalan menuju keselamatan di akhirat. “Semoga Allah SWT senantiasa memberikan bimbingan kepada kita semua agar rumah tangga kita tegak berdiri atas dasar ibadah kepada-Nya,” tuturnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....