Ustaz Ahmad Kifni Bahas Kebutuhan dan Dambaan Manusia

  • 18 Sep 2026 10:37 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID. PURWOKERTO – Manusia memiliki kebutuhan untuk berinteraksi, memperoleh kesenangan, serta mendapatkan penghargaan dalam kehidupan bermasyarakat. Namun, pemenuhan kebutuhan tersebut perlu dilakukan secara seimbang dan tidak berlebihan. Hal itu disampaikan Ustaz Dr. KH. Ahmad Kifni dalam Kajian Mutiara Pagi RRI Purwokerto bertema “Kebutuhan dan Dambaan Manusia Bagian Kedua”, Kamis (17/9/2026).

Dalam kajian tersebut, Ustaz Ahmad Kifni menjelaskan manusia merupakan makhluk individual sekaligus sosial yang membutuhkan hubungan dengan orang lain. Hal ini antara lain merujuk pada Surah Al-Hujurat ayat 13 tentang manusia yang diciptakan bersuku-suku dan berbangsa-bangsa agar saling mengenal. Menurutnya, kehidupan yang sepenuhnya menyendiri dan tidak peduli terhadap sesama bertentangan dengan kebutuhan manusia sebagai makhluk sosial.

Ia juga menjelaskan kebutuhan manusia untuk mendapatkan kesenangan dan menikmati kehidupan tetap memiliki batas. Mengacu pada Surah Al-A'raf ayat 31, manusia diperbolehkan menikmati makanan, minuman dan berbagai hal yang baik, tetapi tidak boleh berlebihan. “Rumah bagus boleh tapi jangan lupa masjid. Pakaian bagus boleh tapi jangan lupa pakaian ihram dan kain kafan. Makan senang-senang boleh tetapi usus terbatas,” ujarnya.

Selain itu, manusia memiliki kebutuhan untuk dihargai dan dimuliakan oleh sesama. Karena itu, hubungan sosial harus dibangun dengan prinsip saling menghormati, menghargai, dan memuliakan. Ia mengingatkan bahwa seseorang tidak dapat menuntut penghormatan apabila dirinya masih gemar merendahkan orang lain atau enggan meminta maaf dan menyapa lebih dahulu.

Dalam sesi tanya jawab, Ustaz Ahmad Kifni juga membahas sejumlah persoalan kehidupan sehari-hari, mulai dari gaya hidup konsumtif, perbedaan pendapat dalam musyawarah, hubungan antaranggota keluarga, hingga menghadapi pasangan atau pengurus organisasi yang otoriter. Ia menekankan pentingnya musyawarah dan kemampuan mendengarkan pendapat orang lain. “Allah membekali manusia dengan satu mulut dan dua telinga agar lebih banyak mendengar,” katanya.

Melalui kajian tersebut, Ustaz Ahmad Kifni mengingatkan agar manusia mampu membedakan kebutuhan dan keinginan dalam menjalani kehidupan. Kesenangan, kedudukan, maupun penghargaan dari orang lain dapat menjadi bagian dari kehidupan, selama tetap dijalani secara proporsional, saling menghormati, serta tidak melampaui batas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....