Stok Beras Bulog Tembus 5 Juta Ton

  • 24 Apr 2026 18:52 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas : Perum Bulog mencatat capaian bersejarah dalam pengelolaan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP). Untuk pertama kalinya, stok beras nasional yang dikelola Bulog menembus angka 5 juta ton, mempertegas peran strategis lembaga tersebut dalam menjaga ketahanan pangan Indonesia.

Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengungkapkan bahwa per Kamis( 23/42026), stok beras di gudang Bulog telah mencapai 5.000.198 ton. Dirinya menyebut capaian ini bukan sekadar angka, melainkan bukti nyata komitmen dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di tengah dinamika kebutuhan pangan nasional.

“Ini bukan sekadar angka, tetapi wujud komitmen dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras, sekaligus memastikan masyarakat memperoleh akses pangan yang cukup dan terjangkau,” ujarnya saat mendampingi Menteri Pertanian dalam inspeksi mendadak di Gudang Filial Bulog Cabang Karawang.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, turut mengapresiasi kinerja Bulog yang dinilai berhasil memperkuat cadangan beras pemerintah hingga mencapai level signifikan.

“Terima kasih kepada Dirut Bulog beserta jajaran yang telah bekerja keras hingga stok cadangan beras pemerintah mencapai 5 juta ton,” katanya.

Capaian ini merupakan hasil sinergi berbagai pihak, mulai dari optimalisasi penyerapan gabah dan beras dalam negeri hingga penguatan koordinasi lintas sektor. Saat ini, Bulog didukung lebih dari 1.500 gudang milik sendiri dan sekitar 1.200 gudang mitra yang tersebar di seluruh Indonesia, memastikan ketersediaan stok tetap aman dan siap disalurkan kapan pun dibutuhkan.

Serapan Daerah Ikut Menguat

Di tingkat daerah, kontribusi penyerapan juga terus meningkat. Di Banyumas, Perum Bulog Cabang setempat telah menyerap Gabah Kering Panen (GKP) sebanyak 68 ribu ton. Selain itu, penyerapan beras mencapai 847 ton, dengan total setara beras yang dihimpun mencapai 35.410 ton.

Pemimpin Perum Bulog Cabang Banyumas, Prawoko Setyo Aji, menjelaskan bahwa penyerapan dilakukan secara intensif setiap hari, dengan rata-rata antara 1.000 hingga 2.000 ton, bergantung pada kondisi cuaca.

“Rata-rata penyerapan GKP per hari antara 1.000 sampai 2.000 ton, menyesuaikan kondisi cuaca,” jelasnya.

Ia menambahkan, optimalisasi serapan dilakukan melalui sinergi dengan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan Babinsa yang aktif menjalankan program serapan gabah petani (sergap). Langkah ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas pasokan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....