BPBD Banyumas Dorong Masyarakat Siapkan Tas Siaga Bencana
- 17 Sep 2026 13:32 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID,Purwokerto-Kesiapsiagaan masyarakat menjadi salah satu kunci untuk mengurangi risiko korban apabila terjadi bencana akibat aktivitas vulkanik maupun ancaman kebencanaan lainnya. Masyarakat tidak hanya dituntut memahami jalur evakuasi, tetapi juga perlu menyiapkan kebutuhan dasar yang mudah dibawa saat harus meninggalkan rumah. Staf Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Banyumas Awal Sudiono mengatakan masyarakat yang tinggal di wilayah rawan dianjurkan memiliki tas siaga bencana.
“Isinya adalah obat-obatan, makanan yang bisa untuk tiga hari, baju untuk tiga hari, dan yang tidak boleh ketinggalan adalah surat-surat berharga,” katanya.
Menurut Awal, kebutuhan dasar tersebut dipersiapkan untuk membantu masyarakat bertahan pada masa awal setelah evakuasi sebelum bantuan dapat diberikan. Perlengkapan lain yang dapat disiapkan antara lain alat komunikasi dan radio portabel yang dapat digunakan dengan baterai.
Selain kesiapan perlengkapan, masyarakat juga perlu memahami mekanisme peringatan dan evakuasi yang telah disiapkan pemerintah daerah. Awal mengatakan simulasi evakuasi telah dilakukan di sejumlah wilayah, termasuk Sumbang dan Baturraden, agar masyarakat mengetahui titik kumpul serta langkah yang harus dilakukan ketika terjadi keadaan darurat. Ahli Geologi Universitas Jenderal Soedirman Yogi Adi Prasetya menilai literasi kebencanaan perlu diperluas karena masyarakat Indonesia hidup di wilayah dengan berbagai potensi bencana geologi.
“Yang paling penting adalah masyarakat harus memahami bagaimana mitigasi bencana geologi yang mungkin terjadi di sekitar kita,” ujarnya.
Yogi juga mengingatkan bahaya aktivitas vulkanik tidak hanya berupa lava, tetapi dapat berupa abu vulkanik, aliran piroklastik, lahar, dan gas vulkanik. Abu vulkanik dapat menyebar luas terbawa angin dan berisiko mengganggu kesehatan, sementara aliran piroklastik dan lahar dapat merusak permukiman maupun infrastruktur. Di tengah derasnya arus informasi, masyarakat juga diminta tidak mudah terpengaruh kabar yang belum jelas sumbernya karena dapat memicu kepanikan.
“Cukup berbanyak literasi, berbanyak informasi tentang bencana alam, agar lebih waspada tetapi tidak santai dan tidak panik,” kata Yogi.
Sementara itu, Awal mengajak masyarakat membangun kesiapsiagaan sekaligus menjaga lingkungan untuk mencegah bencana lainnya.
“Kita ramah terhadap lingkungan, jangan sampai hal-hal kecil yang kita lakukan justru menimbulkan bencana pada akhirnya,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....