Jembatan Garuda di Darmakradenan Banyumas Resmi Dibuka, Akses Warga Lebih Mudah
- 14 Agt 2026 17:20 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyums - Jembatan Garuda di atas Sungai Tajum, Dusun Kesal, Desa Darmakradenan, Kecamatan Ajibarang, Banyumas, resmi dibuka dan mulai digunakan warga, Kamis (13/8/2026). Jembatan tersebut menjadi akses baru bagi warga yang sebelumnya harus menyeberangi sungai atau menempuh jalan memutar.
Peresmian dilakukan Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti bersama Komandan Korem 071/Wijayakusuma Kolonel Inf Sidik Wiyono, Komandan Kodim 0701/Banyumas Letkol Inf Edward Samosir, dan Kapolresta Banyumas Kombes Pol Petrus Silalahi.
Peresmian Jembatan Garuda Darmakradenan merupakan bagian dari peluncuran serentak 2.500 Jembatan Garuda dan 3.000 titik air bersih yang diresmikan Presiden RI dan diikuti pemerintah daerah secara virtual.
Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti mengatakan pembangunan jembatan melibatkan jajaran TNI, Babinsa, dan masyarakat. Ia mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat hingga jembatan dapat selesai dan digunakan warga.
Lintarti mengatakan program Jembatan Garuda merupakan salah satu program TNI Angkatan Darat untuk membuka akses infrastruktur dasar bagi masyarakat di wilayah yang masih mengalami keterbatasan akses.
Di Kabupaten Banyumas, pembangunan Jembatan Garuda tahap III dan IV dilakukan di empat desa, yakni Desa Darmakradenan Kecamatan Ajibarang, Desa Kalibagor Kecamatan Kalibagor, Desa Windunegara Kecamatan Wangon, dan Desa Cingebul Kecamatan Lumbir.
“Khusus di Kabupaten Banyumas, pembangunan Jembatan Garuda tahap III dan IV difokuskan pada empat desa prioritas. Alhamdulillah pada hari ini siap di-launching serta dimanfaatkan oleh masyarakat,” tuturnya.
Menurut Lintarti, sebelum jembatan dibangun, warga Dusun Kesal harus menyeberangi Sungai Tajum secara langsung. Saat debit air meningkat, warga harus menggunakan jalur memutar yang jaraknya lebih jauh.
Kondisi tersebut juga menyulitkan anak-anak yang hendak berangkat sekolah. Karena itu, keberadaan jembatan diharapkan membuat akses pendidikan, fasilitas kesehatan, serta distribusi hasil pertanian menjadi lebih mudah.
Warga setempat, Trimanto, mengatakan akses menuju wilayahnya sebelumnya hanya berupa jalan setapak di sekitar sungai. Saat musim hujan, jalur tersebut menjadi licin dan berisiko bagi warga yang melintas.
“Sebelumnya kalau mau melintas paling ya langsung nyebrang kali. Kalau kondisi airnya banjir, kami harus lewat jalan memutar. Anak-anak sekolah dan warga yang mau ke pasar selama ini lewat jalan setapak di atas kali yang licin saat musim hujan, sangat berisiko kecelakaan,” ujarnya.
Menurut Trimanto, jembatan tersebut kini menjadi akses penghubung antarwilayah, termasuk menuju Desa Kracak dan sejumlah dusun di Kecamatan Ajibarang.
“Alhamdulillah, kami merasa sangat terbantu. Sekarang akses anak-anak berangkat sekolah jadi jauh lebih aman dan warga tidak perlu takut lagi saat harus melintas,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....