Belum Terpenuhi, Kuota SD Sekolah Rakyat Banyumas Diusulkan Dialihkan ke SMP-SMA
- 27 Jul 2026 15:00 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas – Menjelang pembukan, kuota peserta didik Sekolah Rakyat Kabupaten Banyumas untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga kini belum terpenuhi. Dari target 90 siswa, baru 27 siswa yang telah terdaftar. Pemerintah masih melakukan penjangkauan calon peserta didik melalui Dinas Sosial.
Kepala Sekolah Rakyat Kabupaten Banyumas, Siti Isbandiyah, S.Pd., M.M., mengatakan rendahnya jumlah peserta didik di jenjang SD menjadi tantangan tersendiri dibandingkan SMP dan SMA. Menurutnya, sebagian besar orang tua masih belum siap melepas anak usia sekolah dasar untuk mengikuti pendidikan dengan sistem asrama
"Kalau SD itu saya kira alamiah, karena mereka masih kecil-kecil, belum mau berpisah dengan orang tuanya. Begitu juga orang tuanya mungkin masih berat menyekolahkan anaknya secara boarding karena di asrama. Jadi itu saya kira alamiah dan tidak bisa kita paksakan," ujarnya, Senin (27/7/2026).
Ia mengatakan, hingga saat ini jumlah peserta didik Sekolah Rakyat yang telah terdata sebanyak 299 siswa. Jumlah tersebut terdiri atas 249 siswa baru dan 50 siswa existing. Sementara untuk jenjang SD, proses penjangkauan masih terus dilakukan untuk memenuhi kuota yang tersedia.
Siti Isbandiyah menambahkan, minimnya jumlah peserta didik jenjang SD membuat pihak sekolah mengusulkan pengalihan dua rombongan belajar (rombel) SD menjadi kuota bagi jenjang SMP dan SMA. Usulan tersebut telah disampaikan kepada Bupati Banyumas dan Kementerian Sosial.
Sementara itu, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengatakan seluruh persiapan operasional Sekolah Rakyat telah rampung sehingga pembukaan sekolah dimajukan dari semula 30 Juli menjadi 29 Juli 2026. Menurutnya, percepatan jadwal tersebut dilakukan agar kegiatan belajar mengajar dapat segera dimulai.
"Yang jelas untuk MPLS, yang tadinya tanggal 30 kita majukan menjadi 29 Juli. Jadi harapannya tanggal 1 Agustus sudah mulai pembelajaran. Kita sudah siap untuk satu rombel SD, empat rombel SMP, dan empat rombel SMA," tutur Sadewo.
Setelah pembukaan pada 29 Juli, peserta didik dijadwalkan mengikuti Cek Kesehatan Gratis (CKG) pada 31 Juli. Selanjutnya, kegiatan belajar mengajar akan dimulai pada 1 Agustus 2026, kemudian dilanjutkan dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), serta program matrikulasi sebagai bagian dari proses adaptasi peserta didik terhadap lingkungan dan sistem pembelajaran di sekolah berasrama. (Artika Sari Dewi).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....