Sekolah Rakyat Banyumas Siap Dibuka, MPLS Dimajukan
- 27 Jul 2026 14:15 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas – Sekolah Rakyat Banyumas di Desa Karangcegak, Kecamatan Sumbang, siap beroperasi. Kepastian itu disampaikan Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono usai meninjau langsung kesiapan sarana dan prasarana sekolah pada Senin (27/7/2026).
Dalam peninjauan tersebut, Sadewo mengatakan seluruh fasilitas utama telah siap digunakan. Pasokan air bersih, listrik, hingga genset telah tersedia, sementara kebutuhan makan peserta didik pada tahap awal akan dipenuhi melalui layanan katering.
"Sudah dicek semuanya, kesiapannya sudah. Kemudian dapur untuk sementara katering. Air sudah siap, listrik sudah siap, bahkan genset sudah siap. Ini sekolah rakyat, tapi luar biasa. Gedungnya sangat megah," ujar Sadewo.
Ia menjelaskan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dijadwalkan dimulai pada 29 Juli 2026, lebih awal dari rencana semula pada 30 Juli. Dengan demikian, Pemkab Banyumas menargetkan kegiatan belajar mengajar dapat dimulai pada 1 Agustus 2026.
Pada tahap awal, Sekolah Rakyat Banyumas akan membuka sembilan rombongan belajar yang terdiri atas empat rombongan belajar tingkat SMP, empat rombongan belajar tingkat SMA, dan satu rombongan belajar tingkat SD.
Sadewo juga mengajak masyarakat, khususnya keluarga yang masuk kategori desil 1 dan desil 2, untuk memanfaatkan keberadaan Sekolah Rakyat apabila anak mereka belum memperoleh tempat di sekolah lain.
Bupati berharap, kehadiran Sekolah Rakyat dapat memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Selain memiliki fasilitas yang memadai, sekolah tersebut juga akan didukung tenaga pendidik yang berkualitas sehingga mampu memberikan layanan pendidikan yang layak bagi para siswanya.
"Untuk orang tua yang anak-anaknya masuk desil 1 sampai desil 2 dan belum mendapatkan tempat, selama di sini masih ada kursi, monggo. Jangan ragu-ragu. Gedungnya seperti ini dan guru-gurunya tentu guru-guru yang berkualitas," tuturnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat Banyumas Siti Isbandiyah menyampaikan, hingga saat ini, jumlah peserta didik yang telah terjaring mencapai 299 siswa, terdiri atas 249 siswa baru dan 50 siswa existing. Namun, proses pemutakhiran data masih terus berlangsung, termasuk pelimpahan kuota jenjang SD, yang tidak terpenuhi, ke jenjang SMP dan SMA.
“Data masih terus bergerak. Dinas Sosial masih melakukan penjangkauan. SD baru terpenuhi 27 dari kuota 90 siswa. Kekurangan ini sudah diajukan untuk pemenuhan dua kelas jenjang SMP dan SMA,” ucap Isbandiyah.
Sementara, dari sisi tenaga pendidik, ia memastikan kebutuhan guru telah terpenuhi. Sekolah mendapat dukungan Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas dan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah X Provinsi Jawa Tengah.
“Kami sudah meminta bantuan guru tamu dan sudah dipenuhi. Tinggal menunggu surat tugas saja,” kata Isbandiyah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....