Profiling ASN Jadi Langkah BKN Percepat Penerapan Manajemen Talenta

  • 17 Jul 2026 08:19 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto – Badan Kepegawaian Negara (BKN) terus mendorong transformasi birokrasi melalui penerapan Profiling ASN sebagai langkah mempercepat manajemen talenta di instansi pemerintah. Program ini diharapkan mampu menghadirkan sistem pengelolaan sumber daya manusia aparatur yang lebih objektif, terukur, dan sesuai kebutuhan organisasi.

Kepala Pusat Penilaian Kompetensi Aparatur Sipil Negara BKN, Muhammad Ritwan, menjelaskan bahwa Profiling ASN menjadi upaya membangun basis data talenta nasional yang memuat informasi potensi, kompetensi, literasi digital, hingga preferensi karier aparatur sipil negara.

"Melalui Profiling ASN, kita ingin memiliki data talenta nasional yang dapat menjadi dasar percepatan penerapan manajemen talenta untuk mendukung Asta Cita Presiden maupun visi dan misi pemerintah daerah," ujarnya dalam siaran BKN Menyapa ASN.

Menurut Ritwan, selama ini data kompetensi ASN masih tersebar di berbagai instansi sehingga belum sepenuhnya terintegrasi. Kondisi tersebut dinilai menyulitkan proses penempatan aparatur secara objektif sesuai kemampuan dan potensi yang dimiliki.

Ia menuturkan, hasil profiling akan memberikan gambaran menyeluruh mengenai kompetensi manajerial, sosial kultural, potensi individu, kemampuan literasi digital, hingga kecenderungan karier setiap ASN. Informasi tersebut nantinya dapat dimanfaatkan sebagai salah satu dasar dalam pengembangan karier, promosi, rotasi, maupun penyusunan program peningkatan kompetensi.

"Kalau potensi dan kompetensinya sudah dipetakan, pemimpin akan lebih mudah menempatkan ASN sesuai kapasitasnya. Harapannya, promosi jabatan tidak hanya berdasarkan intuisi, tetapi didukung data yang objektif," katanya.

Lebih lanjut, Ritwan menegaskan bahwa hasil Profiling ASN bukan menjadi satu-satunya penentu dalam promosi jabatan. Profiling hanya menjadi salah satu instrumen pendukung yang akan dipadukan dengan penilaian lain sesuai ketentuan yang berlaku.

Pada pelaksanaannya, Profiling ASN mengukur empat dimensi utama, yaitu kompetensi manajerial dan sosial kultural, potensi individu, literasi digital, serta preferensi karier. Keempat aspek tersebut diharapkan mampu memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai karakteristik dan kapasitas setiap aparatur.

Program ini juga diprioritaskan bagi ASN yang dipersiapkan mengisi jabatan manajerial di instansinya. Melalui pemetaan tersebut, setiap instansi diharapkan dapat membangun sistem manajemen talenta yang lebih efektif sekaligus menyiapkan regenerasi kepemimpinan birokrasi secara berkelanjutan.

Dalam kesempatan yang sama, Ritwan mengajak seluruh instansi pemerintah memanfaatkan program Profiling ASN sebagai bagian dari penguatan sistem merit dan peningkatan kualitas birokrasi nasional.

"Tujuan akhirnya adalah membangun pondasi birokrasi masa depan melalui profil ASN yang terstandar secara nasional sebagai langkah menuju ASN berkelas dunia," ucapnya. (Kartika)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....