Memahami Hikmah Poligami Rasulullah, Bukan Sekadar Jumlah Istri

  • 03 Jun 2026 12:52 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID. Purwokerto – Poligami yang dijalankan Nabi Muhammad SAW tidak dapat dipahami hanya dari sisi jumlah istri yang dinikahi. Di balik pernikahan-pernikahan tersebut terdapat berbagai hikmah sosial, dakwah, pendidikan, dan perlindungan terhadap kelompok yang membutuhkan perhatian pada masa itu.

Hal tersebut disampaikan oleh Hj. Sri Ningsih, S.Pd., M.Si dalam program Mutiara Pagi Pro 1 RRI Purwokerto bertema Poligami Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dan Hikmahnya Bagian 2.

Menurut Sri Ningsih, Rasulullah SAW menjalankan poligami bukan karena dorongan hawa nafsu, melainkan sebagai bagian dari misi dakwah dan kemaslahatan umat. Banyak perempuan yang dinikahi Rasulullah merupakan janda yang membutuhkan perlindungan dan memiliki peran penting dalam penyebaran ajaran Islam.“Poligami Rasulullah memiliki tujuan yang mulia, di antaranya melindungi kaum perempuan, memperkuat ukhuwah, serta mendukung penyebaran dakwah Islam,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa umat Islam perlu memahami konteks sejarah dan kondisi sosial pada masa Rasulullah agar tidak salah menafsirkan praktik poligami yang dilakukan Nabi Muhammad SAW.

Selain itu, Sri Ningsih menegaskan bahwa Islam memberikan syarat yang sangat berat bagi seseorang yang ingin berpoligami, yakni mampu berlaku adil dalam berbagai aspek kehidupan keluarga.“Keadilan menjadi syarat utama. Karena itu, poligami dalam Islam bukan perkara yang sederhana dan tidak bisa dilakukan tanpa tanggung jawab yang besar,” katanya.

Melalui kajian ini, masyarakat diharapkan dapat mengambil hikmah dari kehidupan Rasulullah SAW, memahami nilai-nilai kemanusiaan yang terkandung di dalamnya, serta menjadikan keteladanan Nabi sebagai pedoman dalam membangun kehidupan keluarga yang harmonis dan bertanggung jawab.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....