Tumbuh Bersama Harapan: Cerita dari Sekolah Rakyat

  • 18 Des 2025 07:41 WIB
  •  Purwokerto

KBRN, Purwokerto : Program Sekolah Rakyat lahir sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan secara terpadu dan berkelanjutan. Program ini dirancang bukan hanya untuk membuka akses pendidikan, tetapi juga untuk memperkuat kesejahteraan keluarga secara menyeluruh.

Tidak berhenti di ruang kelas, Sekolah Rakyat terintegrasi dengan berbagai layanan penting seperti bantuan sosial, pemberdayaan ekonomi keluarga, hingga jaminan kesehatan bagi siswa dan keluarganya. Dengan pendekatan ini, pendidikan menjadi pintu masuk untuk memutus rantai kemiskinan dari akarnya.

Yuk, kenali lebih dalam tentang program Sekolah Rakyat, pahami perannya, dan dukung keberlangsungannya demi masa depan generasi yang lebih berdaya.

Hal ini dibahas dalam podcast sekolah rakyat dalam kanal youtube Ditjen Komunikasi Publik dan Media Komdigi bersama Devi Deliani, Kepala Biro Humas Kementerian Sosial Republik Indonesia dan Kang Dik Doang. Seorang Pegiat Sekolah Rakyat, konten kreator pemilik Sekolah Rakyat “Kandang Jurang Doang”.

“Sekolah Rakyat yang pertama saya ingat itu adalah semangat keadilan sosial. Kemudian itu adalah gagasan besar Presiden Prabowo di mana diterjemahkan oleh Bapak Menteri Sosial, Gus Ipul. Kemudian itu tujuannya untuk apa? untuk memutus mata rantai kemiskinan, memberikan akses pendidikan dan juga untuk membangun manusia Indonesia seutuhnya yang kuat, berkarakter, dan berdaya untuk menuju Indonesia Emas 2045,” ungkap Devi Deliani.

“Bagi saya mengasah tidak perlu di sekolah. Dia bisa di halaman depan rumah, di persimpangan jalan, di perkebunan, di jalan-jalan. Saya takutnya kalau tidak dibilang itu sekolah, tempat belajar. Selepas dari sekolah mereka enggak mau belajar gitu. Jadi hidupnya seenaknya aja. Dan disebut rakyat tadi sudah setuju aku dengan tema keadilan. Jadi sekolah rakyat itu sekolah yang kontekstual. apa yang diperlukan oleh penduduk di situ, anak-anak yang hidup di halaman depan rumahnya, di sekitarnya, ya itu kebutuhan-kebutuhan mereka harus diakomodir,” ucap Dik Doang.

Sekolah rakyat dan sekolah biasa adalah dua jenis sekolah yang berbeda dalam beberapa aspek. Dalam beberapa kasus, sekolah rakyat dapat menjadi alternatif bagi mereka yang tidak memiliki akses ke pendidikan formal, namun perlu diingat bahwa sekolah biasa masih merupakan pilihan yang lebih baik bagi mereka yang ingin mendapatkan pendidikan yang lebih luas dan mendalam.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....