Makam Kesultanan Kadariah Pontianak Kini Jadi Wisata Religi

  • 17 Apr 2025 15:27 WIB
  •  Pontianak

KBRN, Pontianak: Setelah dinyatakan rampung dilakukan revitalisasi, kini cagar budaya makam Kesultanan Kadariah Pontianak di Kelurahan Batu Layang Kecamatan Pontianak Utara juga menjadi destinasi wisata religi.

Melalui revitalisasi yang menelan anggaran sekitar Rp21 miliar dari APBN, penataan kawasan Cagar Budaya yang berada di tepian Sungai Kapuas ini menjadi lebih rapi dan tertata, mulai dari lingkungan makam, waterfront tepian sungai Kapuas, toilet, kios pedagang UMKM dan jalan menuju Batu Layang membuat kawasan ini lebih nyaman untuk dikunjungi, bahkan menjadi rekomendasi untuk rekreasi sekaligus ziarah ke makam pendiri Kota Pontianak.

Setelah dinyatakan rampung pelaksanaan revitalisasi, kemudian Kementerian Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Cipta Karya Balai Prasarana Permukiman Wilayah Kalimantan Barat menyerahkan pengelolaannya kepada Pemerintah Kota Pontianak. Dalam serah terima ini, ditandatangani oleh Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Kalimantan Barat, Mohammad Yoza Habibi dan Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono pada Kamis (17/4/2025).

Edi berkomitmen untuk melakukan penataan di kawasan cagar budaya makam Kesultanan Kadariah Pontianak ini agar lebih representatif dan nyaman bagi pengunjung. Oleh sebab itu, pihaknya mengusulkan kepada pemerintah pusat melalui Anggota DPR RI Dapil Kalbar I Syarief Abdullah Alkadrie, untuk menata dan membangun kawasan Makam Kesultanan Pontianak.

Dalam penataan ini meliputi aspek keamanan, kebersihan, dan ketertiban. Edi berharap kawasan ini menjadi lebih tertib, rapi, bersih dan nyaman bagi pengunjung yang datang.

"Pertama kamk utamakan keamanan, kemudian kita menjaga ketertiban dan kebersihannya. Jadi jangan lagi ada PKL yang masuk ke dalam kawasan promenade. Kami sudah siapkan tempat kuliner dengan merelokasi mereka di sebelah kanan kawasan," ujarnya.

Oleh karenanya, Wali Kota Pontianak menekankan pentingnya partisipasi warga sekitar Makam Kesultanan untuk bersama-sama menjaga dan merawat hasil pembangunan ini demi melestarikan cagar budaya leluhur pendiri Kota Pontianak.

“Kami akan lebih semangat mengucurkan anggaran untuk penataan-penataan lainnya seperti parkir, perluasan dan waterfront jika warga berpartisipasi dalam pengamanan dan ketertiban," katanya.

Untuk memudahkan akses bagi pengunjung, ada dua alternatif yang bisa dilalui menuju lokasi Makam Kesultanan. Selain melalui jalan darat, pengunjung juga bisa memanfaatkan jalur sungai karena kawasan ini sudah dilengkapi dermaga apung.

“Ada kapal wisata yang bisa lewat Sungai Kapuas karena sudah ada dermaga apung di sana. Bisa juga menggunakan speed boat atau lewat jalur darat," ujarnya.

Terkait pengembangan kawasan parkir di kawasan makam, Edi mengatakan pihaknya sedang melakukan pendekatan kepada warga untuk pembebasan lahan.

"Ini sedang kita mulai pendekatannya, nanti dari appraisal menghitung dan kalau sesuai kita bebaskan lahannya dan kita tata termasuk pembuatan trotoarnya supaya dari parkir ke sini lebih nyaman," ucapnya.

Dengan tertatanya kawasan ini, dia berharap Makam Kesultanan Pontianak menjadi daya tarik wisata dan menyedot banyak wisatawan yang berkunjung.

"Kita akan rapikan dan bersihkan kawasan ini karena daya tariknya ada di sana juga. Kalau bersih, tidak kumuh dan keamanan diutamakan, pasti akan menarik pengunjung," ujarnya.

Edi juga berpesan kepada pengunjung untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan ketertiban kawasan Makam Kesultanan yang sudah ditata sedemikian rupa.

"Untuk pengunjung, himbauan kita jaga kebersihan, tidak buang sampah sembarangan, juga ikut menjaga ketertiban,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....