Kopi Bajaj, Inovasi Street Coffee di Pontianak

  • 21 Nov 2025 16:43 WIB
  •  Pontianak

KBRN, Pontianak: Industri kopi di Pontianak terus menunjukkan perkembangan yang signifikan dan inovatif. Salah satu yang mencuri perhatian adalah Line C Bajaj Coffee, sebuah usaha street coffee yang menggunakan mobil Bajaj sebagai coffee bar bergerak.

Usaha ini dibahas dalam segmen Young Entrepreneur Santai Siang di 101,8 FM RRI Pro2 Pontianak bersama narasumber Bang Cefy Surya, salah satu penggagasnya, dipandu host Naufal, Kamis (20 /11/2025).

Bang Cefy mengungkapkan bahwa ketertarikan pada industri F&B, khususnya kopi, sudah dimulai sejak tahun 2014, bahkan dengan pengalaman bekerja di bidang F&B hotel sejak tahun 2002. Line C Kopi Bajaj muncul, sebagai solusi untuk mengatasi masalah klasik UMKM di Pontianak, yaitu tingginya biaya sewa tempat, terutama setelah pandemi COVID-19.

"Fenomena di lapangan nih, banyak kaitannya dengan masalah sewa. Ada karena harga sewa yang terlalu tinggi, dan pas lagi kita jualan lagi ramai, pemiliknya malah naikin harga sewa lagi. Mulailah di sisi itu. Bagaimana kalau kita coba untuk yang mobile (bergerak), dan itu juga lebih mendekatkan ke pelanggan dan bisa berpindah di tempat event," kata Bang Cefy.

Dipilihnya Bajaj sebagai armada adalah untuk memberikan konsep berbeda yang belum terlalu familiar di Pontianak, berbeda dengan coffee mobile lain yang sering menggunakan mobil jenis VW. Armada Kopi Bajaj yang baru berjumlah satu unit ini mulai beroperasi pada September lalu, dengan waktu persiapan (develop) sekitar tiga minggu.

Sementara Cefy menerangkan jika Bajaj Kopi beroperasi di dua lokasi, yaitu: siang (10.00 - 16.00 WIB) di depan Kantor Kementerian Hukum (samping rumah dinas Wakil Wali Kota Pontianak). Dan malam (sampai 23.00 WIB) berlokasi di Rumah Makan Salido di Sekitaran Pelni.

Untuk menjaga kualitas dan efisiensi, proses produksi espresso dilakukan di rumah (home industry) di Tanjung Raya 2, dan hanya ekstrak espresso yang sudah jadi yang dibawa ke Bajaj dalam bentuk literan. "Barulah kita masukkan mesin espresso. Hasilnya itu yang dibawa ke Bajaj," ujar Bang Cepi

Sedangkan terkait menu Best Seller di Line C Kopi Bajaj antara lain, Kopi, Kopi Susu Bajaj, Aren, dan Butterscotch. Non Kopi meliputi Matcha Latte dan Matcha Mango (varian non-kopi yang sedang tren).

Harga minuman dibanderol antara Rp15.000 hingga Rp18.000, dianggap terjangkau untuk segmen pasar anak muda yang juga sering menggunakan pembayaran digital (QRIS).

Meskipun pernah mengalami masa sepi dengan penjualan hanya dua cup per malam karena kendala cuaca, Kopi Bajaj juga mampu menembus penjualan hingga 40–60 cup per hari saat sedang ramai. Bang Cefy menekankan pentingnya konsistensi rasa dalam pengembangan menu (R&D), yang disiasati dengan penggunaan digital scale (timbangan digital).

“Visi jangka panjang Line C Kopi Bajaj adalah membuka outlet fisik dan menambah armada (franchise system), sekaligus membuka lapangan kerja. Apalagi industri kopi Pontianak yang sangat signifikan berkembang dalam satu dekade terakhir, yang didorong oleh inovasi dan edukasi,” ucap Cefy dengan optimis.

Baca juga: Kisah Erika Alnafood, Sukses Memulai Usaha Dimsum Menggiurkan

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....