Rohana Muthalib Wali Kota Pontianak Pertama Perempuan

  • 07 Des 2025 10:35 WIB
  •  Pontianak

Catatan Ringan Syafaruddin DaEng Usman

Rohana Muthalib (29 April 1900 – 07 April 1983) adalah seorang ahli kecantikan wanita yang menjabat sebagai Wali Kota Pontianak dari tahun 1952 hingga 1956.

Wali Kota Pontianak ke-3.

Sebelum diangkat sebagai Wali Kota Pontianak, ia bekerja sebagai ahli kecantikan. Ia lulus dengan gelar tata rias dari Cor van der Leeuw Institute.

Dirinya menjadi orang Indonesia pertama yang menjadi ahli kosmetik setelah lulus.

Rohana merupakan anak dari Djamin Datuk Mangkuto Sati dan Siti Sawiyah asal Minangkabau. Sang ayah pernah menjadi asisten demang Onderdistrik Baso. Dari pihak ibu, ia merupakan cicit H. Mahmoed asal Balingka.

Ia bersaudara kandung dengan Noermattias Datuk Bagindo Sati, yang merupakan ayah Kris Noermatias (Duta Besar Indonesia di Jerman Timur 1982-1985).

Ia diangkat menjadi Wali Kota Pontianak oleh Menteri Dalam Negeri Mohammad Roem pada 1952 dan menjabat selama empat tahun sampai 1956.

Ia menjadi wali kota wanita pertama yang ditunjuk selama masa Roem, setelah dia Wali Kota Manado Augustine Magdalena Waworuntu adalah yang kedua di Indonesia.

Ia merupakan Wali Kota Pontianak perempuan satu-satunya sampai saat ini.

Selama memimpin Pontianak, Rohana dipuji Roem karena memperbaiki masalah ringan tetapi signifikan di kota seperti masalah sampah dan lubang.

Ia dikabarkan dalam suatu kesempatan menganggarkan dana sebesar Rp250.000 untuk perpanjangan delapan jalan utama dalam kota, perbaikan jembatan, hingga perbaikan trotoar.

Selama masa jabatannya, ia menghadapi protes dari serikat pekerja yang berafiliasi dengan Sentral Organisasi Buruh Seluruh Indonesia. Serikat buruh menuntut kenaikan gaji. Namun seperti yang dijelaskan Roem, ia menangani para pengunjuk rasa seperti "anak-anaknya sendiri" dan berhasil memenuhi permintaan tersebut.

Pada 1954, ia mengadakan pameran pers pertama di kota itu. Pameran yang diselenggarakan oleh koran Pembangunan pimpinan bersaudara Aliaswat dan Ibrahim Saleh ini menampilkan ribuan terbitan harian dan majalah.

Jelang akhir masa jabatannya, ia memulai program untuk menyediakan air bersih bagi kota yang berlangsung dari 1955 hingga 1956.

Ia menikah dengan Ir. Abdul Muthalib, seorang arsitek. Pernikahan tersebut menghasilkan lima orang anak masing-masing Iwan, Win, Erna Fatma (Nani Razak), Achy, dan Basje.

Nani Razak merupakan pengacara terkenal di Jakarta dan tercatat sebagai pengacara perempuan pertama Indonesia.

Setelah pengunduran dirinya dari jabatan wali kota, ia menyatakan bahwa lebih mudah duduk di salon kecantikan daripada duduk sebagai wali kota.

Sejak 1978, ia menjalani beberapa kali perawatan di rumah sakit karena komplikasi. Ia wafat pada tanggal 7 April 1983 pukul 23.00 WIB di Jakarta.

Dirinya dimakamkan di sebuah pemakaman di Bogor yang bernama Taman Pemakaman Umum (TPU) Blender.

Penghormatan untuk dirinya, aula utama di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Pontianak dinamakan sebagai "Aula Rohana Muthalib," yang juga turut terinspirasi dari nama belakangnya atau nama keluarga suaminya.

Takziah ke Tanah Kusir, Catatan Syafaruddin DaEng Usman

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....