Aniem Melegenda Menerangi Kalimantan Barat
- 05 Jul 2026 12:48 WIB
- Pontianak
Secara resmi pemerintah kolonial Hindia Belanda mulai membuka peluang terkait perkembangan usaha ketenagalistrikan pada dekade akhir abad XIX. Pada 13 September 1890, perusahaan swasta Belanda diizinkan untuk mengelola kelistrikan demi kepentingan umum. Ini menjadi titik awal perkembangan listrik di Hindia Belanda.
Salah satu perusahaan gas di Batavia, Naamlooze Vennootschap Nederlandach Indische Gas Maatschappij (NV NIGM), memanfaatkan kesempatan ini untuk memperluas kegiatan usaha dari sektor gas ke bidang listrik.
Seiring waktu, NV NIGM kemudian berubah menjadi Naamlooze Vennootschap Overzeesche Gas & Electriciteit Maatschappij (NV OGEM).
Selain NV OGEM, beberapa perusahaan swasta juga muncul untuk memenuhi kebutuhan listrik pada berbagai daerah di Hindia Belanda. Salah satu perusahaan besar saat itu adalah Naamlooze Vennootschap Handelsvenootschap voor heen MAINTZ & Co, sebuah induk perusahaan yang memiliki beberapa anak perusahaan.
Salah satu anak perusahaan yang dimiliki adalah NV Algemeene Nederlandsch Indische Electriciteit Maatschappij (NV ANIEM). Perusahaan ini memegang konsesi untuk daerah Pontianak, Singkawang, Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Selain itu, terdapat NV Nederlandsch Indische Waterkracht Exploiatie Maatschappij (NV NIWEM) dan sempat berubah nama menjadi NV Waterkracht Electriteit Maatschappij Indonesia (NV WEMI) yang mengelola beberapa pembangkit listrik tenaga air.
Secara khusus NV ANIEM memegang konsesi perusahaan listrik era kolonial Belanda di Pontianak dan Singkawang.
Perjalanan panjang PLN dalam menerangi berbagai daerah di Kalimantan Barat, berawal dengan keberadaan ANIEM yang hingga kini cukup melegenda. (***)
Baca juga: Syafaruddin Daeng Usman, Sejarawan Kalbar
Baca juga: Dalam Waktu Sebulan, Lambang Kota Pontianak Harus Tuntas
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....