Ribuan Jamaah Sholat Istisqa Memohon Hujan Segera Turun

  • 29 Agt 2026 09:41 WIB
  •  Pontianak
Poin Utama
  • Ribuan jamaah berkumpul di Masjid Raya Mujahidin Pontianak pada Sabtu pagi, 29 Agustus 2026 untuk melaksanakan Salat Istisqa memohon turunnya hujan kepada Allah SWT.
  • Langit Pontianak tertutup kabut tebal akibat kebakaran hutan dan lahan serta kemarau panjang yang menyebabkan kualitas udara semakin memburuk bagi masyarakat.
  • Pelaksanaan Salat Istisqa menjadi ikhtiar umat Islam untuk merespons kondisi krisis lingkungan dan iklim yang mendesak di wilayah Pontianak dan sekitarnya.

RRI.CO.ID, Pontianak - Langit Pontianak, Sabtu pagi, 29 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB tertutup kabut tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dan kemarau panjang yang tak kunjung reda. Namun, di tengah kepungan asap yang menyesakkan, ada seberkas harapan yang menyelimuti Masjid Raya Mujahidin. Ribuan jamaah dari berbagai penjuru kota berkumpul di halaman masjid, tidak untuk merayakan kemenangan, melainkan untuk bersimpuh memohon rahmat Allah SWT.

Salat Istisqa digelar sebagai ikhtiar umat Islam untuk meminta hujan kepada Allah SWT. Pelaksanaan ini menjadi semakin penting di tengah kondisi kemarau dan memburuknya kualitas udara yang dirasakan masyarakat Pontianak dan sekitarnya.

Saf-saf jamaah tampak memenuhi area masjid hingga ke halaman. Sebagian jamaah menggunakan sajadah yang dibentangkan di atas permukaan tanah. Mereka berdiri dalam barisan panjang, mengikuti rangkaian salat dengan suasana khusyuk.

Salat Istisqa diimami Ustadz Ahmad Sima Hanif Rahman, Lc., M.Ag. Seusai salat, suasana berubah menjadi lebih haru. Doa dipanjatkan agar hujan segera turun, udara kembali bersih, serta masyarakat dijauhkan dari dampak kabut asap dan bencana yang ditimbulkan karhutla.

Bagi para jamaah, hujan bukan sekadar perubahan cuaca. Turunnya hujan diharapkan menjadi penyejuk bagi bumi sekaligus membantu mengurangi kepungan asap yang dalam beberapa hari terakhir mengganggu aktivitas masyarakat.

“Semoga Allah segera menurunkan hujan, membersihkan udara dari kabut asap, dan memberikan keselamatan serta kesehatan bagi seluruh masyarakat,” Doa Lukman jamaah dalam pelaksanaan Salat Istisqa tersebut.

Pemandangan ribuan orang yang bersujud bersama menjadi gambaran kuat tentang kegelisahan sekaligus harapan masyarakat. Di tengah langit yang masih kelabu, mereka memilih berkumpul dan berdoa, menyerahkan ikhtiar kepada Sang Pencipta.

Salat Istisqa pun menjadi momentum bagi masyarakat untuk tidak hanya memohon hujan, tetapi juga meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan bersama-sama mencegah terjadinya karhutla.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....