Tim Penyuluhan Pencegahan Karhutla Mabes TNI menggelar sosialisasi di Kantor Desa Bentiang, Dusun Sejatjung, Kecamatan Air Besar, Kabupaten Landak, Senin, 14 September 2026 (Foto: Pendam XII/Tpr).
RRI.CO.ID, Pontianak - Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan diperkuat Mabes TNI dengan menyasar langsung masyarakat di wilayah rawan kebakaran.
Tim Penyuluhan Pencegahan Karhutla Mabes TNI menggelar sosialisasi di Kantor Desa Bentiang, Dusun Sejatjung, Kecamatan Air Besar, Kabupaten Landak, Senin, 14 September 2026.
Ketua Tim Penyuluhan Pencegahan Karhutla Mayor Acong Pal Acong Suseno mengatakan, pencegahan Karhutla membutuhkan kepedulian dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Ia mengingatkan warga agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, karena api berpotensi meluas dan sulit dikendalikan ketika kondisi lingkungan kering.
“Pencegahan Karhutla membutuhkan peran semua pihak. Kami mengajak masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melaporkan apabila menemukan potensi kebakaran,” ujarnya.
Tim Penyuluhan Pencegahan Karhutla Mabes TNI menggelar sosialisasi di Kantor Desa Bentiang, Dusun Sejatjung, Kecamatan Air Besar, Kabupaten Landak, Senin, 14 September 2026 (Foto : Pendam XII/Tpr).
Sosialisasi tersebut turut dihadiri perwakilan Koramil 1210-07/Air Besar, Kepala Desa Bentiang, Tumenggung Desa Bentiang, serta tokoh masyarakat, agama dan adat.
Dandim 1210/Landak Letkol Inf Doni Prasetyo menilai edukasi menjadi bagian penting dalam mencegah Karhutla, terutama di wilayah yang memiliki potensi kebakaran.
Menurutnya, kesadaran masyarakat harus diperkuat bersamaan dengan komunikasi antara aparat kewilayahan, pemerintah desa dan warga.
“Pencegahan harus dimulai dari kesadaran bersama. Kami mengapresiasi langkah Tim Mabes TNI yang terus memberikan edukasi kepada masyarakat,” tegasnya.
Doni juga mengajak masyarakat segera melaporkan keberadaan titik api agar dapat ditangani sejak dini sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.
Keterlibatan tokoh adat, agama dan masyarakat dinilai penting untuk memperkuat pesan pencegahan hingga ke tingkat lingkungan dan keluarga.