Cakupan Pengukuran Balita Naik, 13 Kelurahan Singkawang Diberi Apresiasi
- 08 Sep 2026 15:56 WIB
- Pontianak
RRI.Co.ID, Singkawang – Upaya Pemerintah Kota Singkawang menjangkau balita yang tidak datang ke Posyandu mulai menunjukkan hasil. Hingga Mei 2026, sebanyak 8.778 balita berhasil ditimbang atau mencapai 63,29 persendari total sasaran.
Capaian tersebut menjadi salah satu hasil evaluasi Intervensi Pengukuran Serentak pada Balita yang Tidak Datang ke Posyandu Tahun 2026, yang digelar di Ruang Basement Kantor Wali Kota Singkawang, Selasa , 8 September 2026.
Evaluasi dilakukan untuk melihat capaian pengukuran balita di tingkat kecamatan, kelurahan dan wilayah kerja Puskesmas. Selain itu, evaluasi menjadi dasar untuk memetakan wilayah yang masih membutuhkan penguatan dalam menjangkau balita yang belum mendapatkan pengukuran.
Kepala Dinas Kesehatan dan KB Kota Singkawang, dr. Achmad Hardin, mengatakan intervensi pengukuran serentak telah dilaksanakan sepanjang Mei 2026. Kegiatan tersebut diawali dengan pertemuan persiapan pada 12 Mei 2026 untuk memastikan pelaksanaan di lapangan mampu menjangkau balita yang sebelumnya tidak hadir di Posyandu.
Menurutnya, balita yang tidak datang ke Posyandu tidak boleh luput dari pemantauan. Penjangkauan secara aktif diperlukan agar kondisi pertumbuhan, gizi, perkembangan dan kesehatan balita dapat diketahui sedini mungkin.
“Balita yang belum datang ke Posyandu harus kita temukan dan jangkau. Mereka perlu ditimbang dan diukur sehingga apabila ditemukan masalah pertumbuhan, gizi, perkembangan maupun kesehatan, dapat segera ditindaklanjuti,” kata Achmad Hardin.
Berdasarkan laporan Puskesmas melalui SIGIZI KESGA, pada April 2026 terdapat 14.010 balita usia 0–59 bulanyang menjadi sasaran. Dari jumlah tersebut, baru 6.378 balita atau 45,52 persen yang telah ditimbang.
Setelah intervensi pengukuran dilakukan pada Mei, jumlah balita yang berhasil ditimbang meningkat menjadi 8.778 balita atau 63,29 persen dari 13.864 sasaran. Artinya, terdapat tambahan 2.400 balita yang berhasil dijangkau dibandingkan capaian pada April.
Peningkatan cakupan pengukuran juga berdampak pada meningkatnya jumlah balita yang teridentifikasi mengalami masalah gizi. Tercatat sebanyak 1.381 balita teridentifikasi stunting, 600 balita wasting dan 1.452 balita underweight.
Namun, peningkatan jumlah temuan tersebut perlu dilihat bersamaan dengan meningkatnya cakupan pengukuran. Secara persentase, ketiga indikator tersebut justru mengalami penurunan dibandingkan April.
“Semakin banyak balita yang kita ukur, semakin besar pula peluang kita menemukan balita yang membutuhkan perhatian. Ini merupakan hal penting karena penemuan lebih awal akan memudahkan kita melakukan intervensi dan pendampingan,” ujarnya.
Meski mengalami peningkatan, cakupan pengukuran sebesar 63,29 persen masih menyisakan 5.086 balita atau sekitar 36,71 persen sasaran yang belum ditimbang.
Pemkot Singkawang pun memetakan wilayah yang perlu mendapat perhatian lebih dalam penjangkauan berikutnya. Tiga kelurahan dengan jumlah balita yang belum terjangkau paling besar yakni Kelurahan Roban sebanyak 1.042 balita, Sedau 988 balita dan Pasiran 800 balita.
“Temuan tersebut menunjukkan bahwa upaya penjangkauan berikutnya perlu diprioritaskan pada Kelurahan Roban, Sedau, dan Pasiran, tanpa mengabaikan kelurahan lainnya,” tambah Achmad.
Di tengah pekerjaan rumah tersebut, sejumlah kelurahan menunjukkan capaian positif. Sebagai bentuk penghargaan, Pemkot Singkawang memberikan uang pembinaan masing-masing Rp1 juta kepada 13 kelurahan yang berhasil mencapai cakupan pengukuran balita di atas 80 persen.
Bahkan, tiga kelurahan berhasil mencatat capaian 100 persen, yakni Kelurahan Tengah, Kelurahan Sanggau Kulor dan Kelurahan Nyarumkop.
Pemberian apresiasi tersebut diharapkan menjadi pemacu bagi kelurahan lainnya untuk memperkuat peran dalam menggerakkan masyarakat, mendukung kader Posyandu dan memastikan seluruh balita mendapatkan pemantauan pertumbuhan secara rutin. (Do)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....