Belajar Sejarah Rasulullah Jadi Kunci Meneladani Akhlaknya

  • 06 Sep 2026 21:19 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Besar Islamiyah di kawasan Kampung Bangka, Kelurahan Bansir Laut, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, menjadi momentum bagi jemaah untuk kembali mengenang sejarah kehidupan dan perjuangan Rasulullah SAW.

Kegiatan tersebut berlangsung, Minggu, 6 September 2026, diisi dengan tausiah yang disampaikan Ustadz Dr. Hatoli, S.Sy, M.H, pendakwah dari Kabupaten Sambas. Dalam ceramahnya, ia mengajak umat Islam tidak hanya memperingati Maulid Nabi secara seremonial, tetapi juga mempelajari sejarah kehidupan Rasulullah SAW sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Sebelum tausiah, Pengurus Masjid Besar Islamiyah, Ir. H. Setia Budi, M.MA., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh jemaah dan pihak yang telah ikut mendukung pelaksanaan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Ia mengatakan, kegiatan Maulid Nabi menjadi kesempatan untuk memperkuat silaturahmi sekaligus meningkatkan kecintaan umat Islam kepada Rasulullah SAW.

“Peringatan Maulid Nabi ini hendaknya tidak hanya menjadi kegiatan rutin setiap tahun, tetapi menjadi momentum bagi kita semua untuk kembali mengingat perjuangan Rasulullah dan menerapkan nilai-nilai keteladanan beliau dalam kehidupan,” ujar Setia Budi.

Menurutnya, masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga memiliki peran penting dalam membangun kehidupan keagamaan dan mempererat hubungan sosial masyarakat.

Setia Budi berharap kegiatan keagamaan yang dilaksanakan di Masjid Besar Islamiyah dapat terus memberikan manfaat bagi jemaah, khususnya dalam meningkatkan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Islam.

Sementara itu, Ustadz Hatoli dalam tausiyahnya menyampaikan, Rasulullah SAW merupakan sosok yang telah memberikan teladan bagi umat manusia melalui akhlak, perjuangan, kesabaran, serta kepeduliannya terhadap sesama.

Menurutnya, Rasulullah SAW telah wafat, sehingga umat Islam saat ini tidak dapat bertemu dan belajar secara langsung kepada beliau. Karena itu, salah satu cara untuk mengenal dan meneladani Rasulullah adalah dengan mempelajari sejarah kehidupannya.

“Rasulullah sudah meninggal dunia. Kita tidak bisa lagi bertemu langsung dengan beliau. Tidak pernah bertatap mata, tidak pernah melihat fotonya. Maka, untuk mengenal Rasulullah, kita harus belajar sejarah beliau, bagaimana kehidupan beliau, akhlaknya, perjuangannya dan bagaimana beliau menghadapi berbagai persoalan,” ujar Ustaz Hatoli.

Ia menambahkan, mempelajari sejarah Rasulullah bukan sekadar mengetahui peristiwa masa lalu, tetapi mengambil pelajaran yang dapat diterapkan dalam kehidupan umat Islam saat ini.

Keteladanan Rasulullah, lanjutnya, dapat diwujudkan dalam kehidupan keluarga, bermasyarakat maupun dalam hubungan antarsesama.

“Kalau kita hanya tahu nama Nabi Muhammad, tetapi tidak mengetahui bagaimana akhlak dan perjuangan beliau, tentu sulit bagi kita untuk meneladaninya. Karena itu, sejarah Rasulullah harus terus dipelajari dan disampaikan kepada generasi berikutnya,” katanya.

Ustadz Hatoli juga mengingatkan jemaah agar menjadikan momentum Maulid Nabi sebagai kesempatan untuk melakukan evaluasi diri. Kecintaan kepada Rasulullah hendaknya tidak berhenti pada ucapan, tetapi diwujudkan melalui perilaku dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

Ia mencontohkan sikap Rasulullah yang dikenal sabar, jujur, amanah, penyayang serta mampu menghormati orang lain, termasuk berkasih sayang dalam kehidupan berumah tangga.

"Jangan lupa terus mendirikan sholat untuk berkah dalam berumah tangga, Nabi itu tidak pernah sombong (rendah hati) dan Nabi itu punya sifat pemalu, sewajarnya kita juga sebagai umatnya pemalu. Karna diriwayatkan, Nabi pernah tersingkap jubahnya tertiup angin dan nampak betisnya, seketika nabi malu karna terlihat. Tapi kita ini tidak tau malu, apalagi yang perempuan kalau sudah berpakaian. Jangan lah aurat di pertontonkan," Pesan Ustad Hatoli.

Peringatan Maulid Nabi di Masjid Besar Islamiyah tersebut diharapkan tidak hanya mempererat silaturahmi antarsesama jemaah, tetapi juga meningkatkan kecintaan umat kepada Rasulullah SAW.

Maulid ini sendiri, dihadiri Ketua DPRD Kota Pontianak, Sataruddin, dan beberapa pemuka agama dan masyarakat lain. Melalui kegiatan keagamaan seperti ini, masyarakat diajak untuk terus mempelajari perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW, sehingga nilai-nilai keteladanan beliau dapat diwariskan dan diterapkan oleh generasi berikutnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....