Tinjau Karhutla Kubu Raya, BNPB Tekankan Pentingnya Pemadaman Tuntas

  • 05 Sep 2026 19:39 WIB
  •  Pontianak
Poin Utama
  • Kepala BNPB meninjau lokasi karhutla di Sekunder C
  • Karhutla Kubu Raya
  • Pemadaman di lahan gambut

RRI.CO.ID, Kubu Raya - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Dr. Suharyanto, meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Sekunder C, Desa Rasau Jaya Tiga, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Sabtu, 5 September 2026.

Dalam peninjauan tersebut, Suharyanto mengapresiasi kekompakan berbagai unsur dalam menangani karhutla. Mulai dari Satgas Darat, TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni, masyarakat peduli api, Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Barat, hingga Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH).

“Saya bangga segala unsur lengkap dalam menanggulangi karhutla. Ada Satgas Darat, Pak Gubernur turun langsung, Pak Pangdam turun langsung, ada Manggala Agni, masyarakat peduli api, BPBD, Dinas Kehutanan Provinsi, KPH, TNI dan Polri bahu-membahu,” ujar Suharyanto.

Menurutnya, kondisi di kawasan Sekunder C relatif lebih mudah ditangani karena tersedia sumber air dan akses jalan yang memadai. Dengan kondisi tersebut, operasi udara belum diperlukan untuk membantu proses pemadaman.

Suharyanto juga menjelaskan, hujan yang turun di wilayah tersebut masih berupa rintik-rintik sehingga belum memberikan dampak signifikan terhadap pemadaman karhutla. Khusus pada lahan gambut, hujan ringan justru dapat menyebabkan asap semakin banyak karena bara api masih dapat bertahan di dalam lapisan gambut.

“Masalahnya kebakaran hutan dan lahan di seluruh provinsi yang karhutla, terutama di Kalimantan Barat, apinya sudah padam, tetapi yang jadi masalah adalah asap. Karena lahan gambut, jadi harus betul-betul padam,” katanya.

Untuk memastikan api di dalam gambut benar-benar padam, BNPB turut mendorong penggunaan metode pemadaman yang disesuaikan dengan karakteristik lahan, salah satunya melalui teknik suntik gambut.

Di tempat yang sama, Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Ria Norsan mengatakan, penanganan karhutla di Kalbar menunjukkan perkembangan positif. Dari sekitar 38 ribu hektare lahan yang sebelumnya terbakar, saat ini tersisa sekitar 200 hektare lebih.

Selain luasan lahan terbakar, jumlah titik api juga mengalami penurunan. Dari sebelumnya sekitar dua ribu titik api, kini tersisa sekitar 50 titik api.

“Dari 38 ribu hektare yang terbakar, sekarang tinggal sekitar 200 hektare lebih. Titik api juga sudah mulai turun, dari dua ribu titik api sekarang tinggal 50 titik api,” ujar Norsan.

Gubernur menambahkan, penanganan karhutla dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh stakeholder, termasuk TNI-Polri, Manggala Agni dan BPBD. Gubernur juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat yang telah turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi karhutla di Kalimantan Barat.

“Kami atas nama Pemprov dan seluruh masyarakat Kalbar mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat yang sudah langsung hadir ke lokasi karhutla,” ucapnya.

Baca juga: Kemenhut dan BMKG Perkuat OMC Cegah Karhutla di Tiga Provinsi

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....