Kemenhut dan BMKG Perkuat OMC Cegah Karhutla di Tiga Provinsi

  • 05 Sep 2026 16:26 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) bersama BMKG memperkuat operasi pengendalian karhutla melalui pengerahan personel dan teknologi modifikasi cuaca. Penguatan operasi dilakukan di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Jawa Timur untuk mempercepat pemadaman sekaligus mencegah kebakaran meluas.

Dukungan teknologi Operasi Modifikasi Cuaca atau OMC menjadi salah satu strategi untuk memanfaatkan peluang terbentuknya awan hujan di wilayah rawan karhutla. Kemenhut berkoordinasi dengan BMKG melaksanakan OMC di Jawa Timur pada 3 hingga 9 September 2026 menggunakan pesawat CASA A2104. Sementara OMC di Kalimantan Barat berlangsung 5 hingga 14 September dan Kalimantan Tengah pada 6 hingga 14 September 2026 menggunakan pesawat CASA 212, dengan dukungan logistik dari BNPB.

Pelaksanaan OMC ditentukan berdasarkan analisis meteorologi, potensi pertumbuhan awan, perkembangan karhutla, serta pemantauan tinggi muka air tanah. Sasaran operasi dipilih berdasarkan potensi pembentukan awan hujan dan tingkat kerawanan kebakaran yang tinggi.

Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan, Dwi Januanto Nugroho, mengatakan teknologi OMC menjadi dukungan penting bagi Satgas Darat yang terus melakukan pemadaman di berbagai lokasi. “Dukungan teknologi Operasi Modifikasi Cuaca atau OMC menjadi kunci dalam upaya penanganan karhutla untuk secepat mungkin bisa dipadamkan.”

Januanto menyampaikan apresiasi kepada BMKG, BNPB, TNI AU, BPBD, serta seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan OMC. Menurutnya, pengendalian karhutla membutuhkan sinergi antara kekuatan di darat dan dukungan teknologi berbasis analisis cuaca.

Dukungan teknologi Operasi Modifikasi Cuaca atau OMC peswat siap terbang menjalankan strategi untuk memanfaatkan peluang terbentuknya awan hujan di wilayah rawan karhutla, Sabtu, 5 September 2026 (Foto : Kemanhut dan TNI AU)

Ia menegaskan, upaya pengendalian karhutla tidak hanya bertujuan melindungi kawasan hutan dan ekosistem, tetapi juga masyarakat yang terdampak asap dan kebakaran. “Yang kita lindungi bukan hanya ekosistem di kawasan hutan, tetapi juga masyarakat yang tinggal dan bergantung pada lingkungan sekitarnya.”

Menurut Januanto, setiap langkah pengendalian diarahkan untuk mengurangi dampak karhutla terhadap kesehatan, aktivitas sosial, pendidikan, dan perekonomian masyarakat. Di sisi lain, penegakan hukum tetap dilakukan apabila ditemukan indikasi pelanggaran.

Untuk wilayah Jawa Timur, pelaksanaan OMC diarahkan membantu pemadaman kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Gunung Arjuno, serta sejumlah wilayah lainnya yang memiliki potensi karhutla.

Sementara di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, operasi modifikasi cuaca diharapkan mampu mendukung penanganan kebakaran sekaligus mencegah munculnya titik api baru melalui peningkatan peluang hujan.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni bersama Kepala BNPB sebelumnya memastikan dukungan pesawat untuk pelaksanaan OMC di Kalimantan Barat tetap disiagakan hingga 13 September 2026.

Raja Juli mengatakan langkah tersebut dilakukan agar setiap peluang pembentukan awan hujan dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk membantu pemadaman dan mencegah kebakaran baru. Penguatan operasi terpadu ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadapi ancaman karhutla dengan menggabungkan kekuatan personel di lapangan, pemantauan cuaca, serta teknologi modifikasi cuaca secara terkoordinasi.

Baca juga: Tiga Minggu Hadapi Karhutla, Kemenhut Perkuat Manggala Agni

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....