Kabut Asap Mulai Ganggu Jarak Pandang, Kapal Diimbau Utamakan Keselamatan

  • 05 Sep 2026 07:56 WIB
  •  Pontianak
Poin Utama
  • Perairan kalbar
  • Aktivitas pelabuhan di tengah kabut asap
  • Jarak pandang kapal

RRI.CO.ID, Pontianak - Kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai mengganggu jarak pandang di sejumlah kawasan perairan Kota Pontianak, Kalimantan Barat, terutama pada pagi hari. Kondisi tersebut terlihat di kawasan Pelabuhan Senghie, Kamis, 3 September 2026.

Pantauan di pagi hari, kabut asap tampak cukup pekat hingga membatasi pandangan ke arah seberang perairan. Meski jarak pandang berkurang, aktivitas masyarakat di kawasan pelabuhan masih berlangsung normal.

Kegiatan bongkar muat kapal juga tetap berjalan seperti biasa. Sejumlah kapal terlihat melakukan aktivitas bongkar muat, sementara kapal lainnya masih berangkat menuju sejumlah wilayah pedalaman Kalimantan Barat.

Ditpol Air Polda Kalbar, Kustoyo, mengatakan pihaknya terus melakukan pengawasan terhadap aktivitas pelayaran di sejumlah dermaga, termasuk Pelabuhan Senghie, Kapuas Indah, dan Kapuas Besar.

"Kalau untuk saat ini masih normal gitu, belum ada gangguan yang berarti. Cuman karena air aja, pengaruh air itu yang di hulu itu jadi kapal-kapal yang ke arah Kapuas Hulu ke Sanggau itu tidak bisa lewat," ungkap Kustoyo, Kamis, 3 September 2026.

Menurut Kustoyo, saat ini jalur pelayaran dari Pontianak masih dapat dilakukan menuju sejumlah daerah pedalaman, seperti Kabupaten Landak dan Tayan. "Jadi yang bisa lewat dari Pontianak ke daerah pedalaman Landak, sama ke daerah Tayan paling jauh," ujarnya.

Terkait kondisi jarak pandang, Kustoyo menjelaskan, gangguan lebih terasa pada pagi hari ketika kabut asap masih cukup tebal. Sementara pada siang hari, jarak pandang dinilai masih relatif aman untuk pelayaran.

"Kalau untuk jarak pandang, kalau untuk siang hari masih bisa kelihatan. Kalau untuk pagi hari itu yang agak tebal. Jadi kami di sini mengimbau kepada pengguna jasa untuk selalu memperhatikan jarak pandang," ujarnya.

Kustoyo menegaskan, apabila jarak pandang sudah tidak memenuhi syarat keselamatan pelayaran, kapal diminta untuk menunda keberangkatan atau berhenti sementara.

"Jadi kalau jarak pandang sudah tidak memenuhi syarat, untuk tambat dulu, untuk menjaga keamanan supaya tidak terjadi tabrakan atau menabrak ke tepian," katanya.

Kustoyo menambahkan, sejauh ini belum ada gangguan signifikan terhadap aktivitas pelayaran akibat kabut asap. Para operator kapal juga telah mengantisipasi kondisi tersebut dengan mengatur waktu keberangkatan.

"Kalau sementara untuk gangguan yang secara signifikan belum ada. Jadi mereka juga sudah memperhatikan untuk keberangkatannya itu diusahakan di siang hari supaya tidak mengganggu pandangan di jalan," katanya.

Untuk jam operasional, aktivitas kapal di Pelabuhan Kapuas Indah dan Pelabuhan Senghie berlangsung hingga sore hari. Sementara Pelabuhan Kapuas Besar hanya beroperasi hingga siang.

Adapun kapal-kapal dari Pelabuhan Senghie memiliki sejumlah rute, di antaranya menuju Terentang, Kubu, Rada, hingga Batu Ampar. "Kalau yang di Pelabuhan Senghie ini tujuannya rutenya ke Terentang, ke Kubu, Rada, terus paling jauh ke daerah Batu Ampar," katanya.

Kustoyo mengatakan, kondisi pelayaran yang memasuki wilayah Pontianak masih relatif aman. Namun, pihaknya belum mendapatkan konfirmasi langsung terkait kondisi perjalanan kapal yang menuju Kubu, Batu Ampar, dan Teluk Batang.

"Kalau sementara kalau untuk memasuki wilayah Pontianak masih aman-aman, cuman kita tadi belum konfirmasi untuk kapal-kapal yang ke arah Kubu, ke arah Batu Ampar, sama Teluk Batang itu, apakah di dalam perjalanannya masih terganggu atau enggak, kita belum konfirmasi langsung," ujarnya.

Baca juga: Peduli Kabut Asap, REI Kalbar Salurkan Puluhan Ribu Masker

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....