Krisis Air, Water Cannon Polres Kubu Raya Angkut 6 Ton untuk Warga
- 05 Sep 2026 08:08 WIB
- Pontianak
Poin Utama
- Polres Kubu Raya salurkan 6 ton air bersih
- 170 KK
- warga Desa Teluk Bakung kesulitan air
RRI.CO.ID, Kubu Raya - Kobaran api mungkin telah menjauh, tetapi dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih dirasakan warga. Di tengah kondisi lingkungan yang kering, masyarakat di wilayah Desa Teluk Bakung, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat kini menghadapi persoalan lain yang mendesak, keterbatasan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Merespons kondisi tersebut, Polres Kubu Raya menyalurkan 6.000 liter atau 6 ton air bersih kepada 170 kepala keluarga (KK) terdampak karhutla di Dusun Teluk Lais, Desa Persiapan Kuala Bakung, Kecamatan Sungai Ambawang, Jumat, 4 September 2026. Penyaluran air bersih berlangsung sekitar pukul 14.30 WIB di Jalan Trans Kalimantan Km 43. Kegiatan tersebut dipimpin Wakapolres Kubu Raya Kompol Andri Syahroni, bersama beberapa PJU Polres Kubu Raya dan Polsek Sungai Ambawang.
Air bersih yang disalurkan berasal dari penampungan air sumur bor milik warga bernama Asun yang berada di Dusun Bawas Lestari Km 60, Desa Teluk Bakung. Untuk menjangkau masyarakat penerima manfaat, air tersebut diangkut menggunakan kendaraan Water Cannon Sat Samapta Polres Kubu Raya.
Wakapolres Kubu Raya Kompol Andri Syahroni melalui Kasubsi Penmas Sihumas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade, mengatakan penyaluran air bersih tersebut merupakan tindak lanjut perintah langsung Kapolres Kubu Raya AKBP Rensa S. Aktadivia sebagai respons terhadap kondisi masyarakat yang terdampak karhutla.
“Kegiatan ini merupakan perintah langsung Kapolres Kubu Raya sebagai bentuk kepedulian dan respons cepat terhadap masyarakat yang terdampak karhutla dan mengalami krisis air bersih,” kata Ade.
Menurutnya, kondisi masyarakat yang mengalami keterbatasan air bersih membutuhkan perhatian serius karena air merupakan kebutuhan dasar yang tidak dapat ditunda. Karena itu, penanganan dampak karhutla tidak hanya dilakukan melalui upaya pemadaman dan pencegahan api, tetapi juga dengan membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak.
“Hari ini kami menyalurkan sebanyak 6.000 liter atau 6 ton air bersih kepada sekitar 170 KK. Air tersebut berasal dari penampungan sumur bor milik Asun warga Dusun Bawas Lestari dan didistribusikan menggunakan Water Cannon Sat Samapta Polres Kubu Raya,” ujarnya.
Ade menambahkan, bantuan tersebut sekaligus menjadi respons atas keluhan masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih setelah wilayah mereka terdampak karhutla. Kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada aktivitas rumah tangga, tetapi juga berpotensi menimbulkan persoalan sosial apabila kebutuhan air masyarakat tidak segera mendapatkan solusi.
“Penyaluran ini merupakan upaya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus merespons langsung keluhan warga yang terdampak karhutla dan mengalami keterbatasan sumber air dan kegiatan ini tidak berhenti disini saja,” ucap Ade.
Penggunaan Water Cannon sebagai sarana distribusi air bersih menjadi salah satu langkah cepat kepolisian untuk menjangkau warga di tengah terbatasnya akses terhadap sumber air. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Kelangkaan sumber daya air berpotensi menimbulkan kerawanan sosial maupun kecemburuan antarwarga apabila tidak dikelola dengan baik. “Kami berharap bantuan air bersih ini dapat meringankan beban masyarakat. Selain memenuhi kebutuhan dasar warga, langkah ini juga merupakan bagian dari upaya menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif di tengah dampak karhutla,” ujar Ade.
Bagi Polres Kubu Raya, penanganan karhutla bukan semata tentang memadamkan api. Setelah kobaran mereda, persoalan yang ditinggalkan bencana tetap membutuhkan perhatian. Krisis air bersih menjadi salah satu dampak yang harus segera direspons karena menyangkut kebutuhan paling mendasar masyarakat. Melalui penyaluran air bersih tersebut, Polres Kubu Raya berupaya memastikan masyarakat terdampak tidak menghadapi persoalan tersebut sendirian.
Baca juga: Kabut Asap Mulai Ganggu Jarak Pandang, Kapal Diimbau Utamakan Keselamatan
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....